Lima Langkah Menulis Berita bagi Pemula

Menulis berita, terutama untuk media daring (dalam jaringan/online), membutuhkan unsur kecepatan. Sebisa mungkin berita bisa diterbitkan bersamaan dengan kejadiannya, saat itu juga (real time). Untuk mampu menulis berita dengan cepat, pewarta harus mampu merekam atau menuliskan peristiwa secara sistematis sehingga kecepatan dalam memproduksi berita tidak mengurangi mutu dari beritanya itu sendiri. Continue reading

Buku Panduan Pewarta Warga

Buku ini disusun sebagai panduan bagi para pewarta di Suara Komunitas agar dapat bekerja efektif dan efisien. Jurnalisme Suara Komunitas mengacu pada prinsip-prinsip yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers agar menghasilkan berita-berita yang dapat dipercaya.

Pewarta warga menyusun berita dengan cara pandang warga. ­Jurnalisme warga merupakan wujud kesadaran warga atas pentingnya keterlibatan warga dalam mengelola informasi. Pasalnya, ­ media massa arus utama (komersial) tidak dapat berpihak se­penuhnya terhadap kepentingan warga. Ada banyak alasan yang menjadi peny­ebabnya, mulai dari soal teknis, keterbatasan halaman atau waktu hingga persoalan ideologis yang menyangkut kepenting­an pemilik media massa.

Jurnalisme warga memungkinkan antarwarga dapat berbagi info­masi, saling belajar, berbagi keluh-kesah, dan mencari jalan keluar­ masalah-masalah yang mereka hadapi. Proses ini bisa mendorong perubahan tata kehidupan warga ke arah yang lebih baik. Dari cara pandang komunikasi massa, ini menjadi tahapan penting untuk meraih demokrasi sejati.

Dalam dunia jurnalisme warga, kepercayaan pembaca merupakan imbalan terbesar bagi kerja para pewarta warga. Mereka bekerja tidak untuk mencari keuntung­an finansial, tetapi semata-mata ingin terlibat dalam proses pengawasan sosial. Tanpa bekal ke­ ercayaan dari masyarakat, jurnalisme warga tidak akan berarti apapun.

Berkas lengkap dapat diunduh di sini.

Tampilan BlankOn Classic dalam BlankOn 7.0

Blankon 7.0 atau Pattimura yang diluncurkan pada Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2011 memiliki tampilan dan rancang bangun antarmuka yang berbeda dengan versi sebelumnya. Mereka sudah mengembangkan desain antarmuka sendiri yang disebut dengan blankon-panel. Bagi sejumlah kalangan yang sudah mapan dengan tampilan sebelumnya, tampilan baru ini sedikit bikin gregetan, meski aspek salutnya tentu lebih banyak.

Tulisan ini sengaja saya tulis agar para pengguna lama BlankOn bisa menggunakan kecanggihan Blankon 7.0 tapi tetap dengan tampilan gnome panel yang digunakan ada versi-versi sebelumnya atau BlankOn Classic.

Agar tampilan BlankOn versi klasik dapat digunakan, silakan ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1. Instal gnome-panel

sudo apt-get install gnome-panel

2. Instal nux-tools

sudo apt-get install nux-tools

2. Sunting berkas /usr/share/gnome-session/sessions/classic-gnome.session

sudo gedit /usr/share/gnome-session/sessions/classic-gnome.session

Ubah blankon-panel menjadi gnome-panel kemudian hapus atau beri tanda ‘#’ di depan 3 baris terakhir menjadi seperti berikut :

[GNOME Session]
Name=Classic GNOME
Required=windowmanager;panel;filemanager;
Required-windowmanager=gnome-wm
Required-panel=gnome-panel
Required-filemanager=nautilus
DefaultApps=gnome-settings-daemon;
IsRunnableHelper=/usr/lib/nux/unity_support_test –compiz
FallbackSessionsID=GNOME2d
GNOME2d=2d-gnome

3. edit file /usr/share/xsessions/gnome-classic.desktop

sudo gedit /usr/share/xsessions/gnome-classic.desktop

Hapus atau beri tanda ‘#’ pada opsi ‘TryExec=gnome-session’, menjadi seperti berikut :

[Desktop Entry]
Name=BlankOn Classic
Comment=This session logs you into GNOME with the traditional panel
Exec=gnome-session –session=classic-gnome
#TryExec=gnome-session
Icon=
Type=Application
X-Ubuntu-Gettext-Domain=gnome-session-2.0

4. Restart Blankon
sudo reboot

5. Lalu masuklah sebagai root
sudo su

6. Pilih sesi Blankon Classic dengan mengetik perintah

gdmsetup

Klik Unlock, lalu pilih sesi Blankon Classic

Anda sudah berhasil menggunakan BlankOn 7.0 dengan mempertahankan selera tampilan BlankOn lawas. Dasar selera jadul (zaman dulu)!