<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KOMBINASI</title>
	<atom:link href="http://kombinasi.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kombinasi.net</link>
	<description>Community Media Resource Center</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2012 04:43:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Belajar pada Desa untuk Kemandirian Teknologi</title>
		<link>http://kombinasi.net/belajar-pada-desa-untuk-kemandirian-teknologi/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/belajar-pada-desa-untuk-kemandirian-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 04:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yossy Suparyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[desa membangun]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[TIK perdesaan]]></category>
		<category><![CDATA[yossy suparyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2494</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis sumber terbuka (open source) telah menembus dunia perdesaan. Keberadaan teknologi ini menjadi titik kebangkitan desa dalam dunia teknologi dan informasi. Sejumlah desa, seperti Desa Mandalamekar dan Desa Melung, secara terbuka mengibarkan gerakan migrasi &#8230; <a href="http://kombinasi.net/belajar-pada-desa-untuk-kemandirian-teknologi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis sumber terbuka (open source) telah menembus dunia perdesaan. Keberadaan teknologi ini menjadi titik kebangkitan desa dalam dunia teknologi dan informasi. Sejumlah desa, seperti Desa Mandalamekar dan Desa Melung, secara terbuka mengibarkan gerakan migrasi ke open source. <span id="more-2494"></span></p>
<p>Pada pertengahan Maret 2011, Desa Mandalamekar, Tasikmalaya, mencanangkan gerakan Mandalamekar Go Open Source (MGOS). Gerakan ini ditandai dengan pemanfaatan sistem operasi BlankOn di seluruh komputer di desa tersebut, terutama kantor desa, studio radio komunitas, dan komputer-komputer pribadi milik warga. Pada 11 November 2011, Desa Melung, Banyumas mengikuti langkah yang diambil oleh Mandalamekar, bahkan karena desa ini memiliki infrastuktur dan sumber daya manusia yang cukup mendukung, mereka mampu melangkah lebih cepat dibanding pendahulunya. Gerakan ini diikuti oleh puluhan desa lainnya di Sukabumi, Cilacap, Tasikmalaya, Banyumas, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.</p>
<p>Kondisi berbeda terjadi di dunia pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten. Gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) yang dipelopori oleh lima kementerian sudah mulai rontok. Ironisnya, Kementerian Pendidikan Nasional sebagai pelopor IGOS justru berbalik arah dengan menandatangani kesepakatan dengan Microsoft. Ibarat pepatah, pemerintah tak malu menelan air ludah sendiri. Alih-alih menjadi suri tauladan, mereka justru menjadi bagian dari akar permasalahan kemandirian teknologi di Indonesia.</p>
<p>Mengapa bisa penerapan TIK berbasis open source berkembang cepat di dunia perdesaan? Salah satu kunci keberhasilan pengembangan piranti lunak sumber terbuka di dunia perdesaan adalah komunalisme. Dunia perdesaan digerakkan oleh jalinan kekerabatan yang kuat, termasuk dalam pengelolaan sumber daya. Hal itu tampak dalam pemanfaatan sumber daya secara kolektif, misalnya seorang warga bisa meminjamkan cangkul, ember, sepeda, tak terkecuali mebeler pada tetangganya. Warga desa percaya dalam hak kepemilikan selalu diikuti oleh hak sosial. Pandangan inilah yang melahirkan semangat gotong-royong.</p>
<p>Perkembangan piranti lunak sumber terbuka juga ditentukan oleh semangat komunalisme dan kolektivitas. Sistem dikembangkan secara bersama-sama oleh para penggunanya sendiri. Mereka saling berbagi catatan, baik saat menemui kelemahan sistem (bugs) maupun persoalan kenyamanan saat menggunakannya. Cara kerja inilah yang membuat sejumlah piranti lunak open source, seperti Mozilla Firefox, Libre Office, Filezilla, Chrome, dan WordPress melejit melampaui piranti-piranti lunak sumber tertutup dan berbayar.</p>
<p>Tradisi di atas mulai terasa di Desa Mandalamekar dan Desa Melung yang menerapkan piranti lunak sumber terbuka. Setelah menggunakan sistem operasi BlankOn, Desa Mandalamekar mulai melirik untuk mengembangkan sistem itu dalam bahasa Sunda. Hal serupa dilakukan oleh Desa Melung, mereka mulai melakukan alihbahasa dalam Bahasa Banyumas. Hal ini mustahil dilakukan bila mereka menggunakan sistem yang berbasis tertutup. Alih-alih bisa mempelajari kode sistem, mereka justru bisa diseret ke penjara karena dianggap melanggar hak cipta.</p>
<p>Fenomena menarik lainnya terlihat dari perbaikan tata kelola layanan dan pemerintahaan yang makin yahud. Mereka bisa menggunakan sistem pendukung tata kelola layanan yang sangat secara cuma-cuma. Dua desa di atas telah menerapkan sistem pemerintahan elektronik (e-government) tanpa mengeluarkan dana yang besar, bahkan penerapan pemerintahan elektronik menjadi strategi penghematan anggaran belanja desa. Kondisi ini jauh bertolak belakang dengan penerapan e-government yang diusung oleh pemerintah kabupaten, provinsi, maupun nasional yang menelan dana hingga milyaran rupiah.</p>
<p>Dampak lain penerapan TIK di perdesaan yaitu membiasakan warga untuk menulis. Warga membuat tulisan atau berita tentang desa untuk ditayangkan di website. Kebiasaan ini menunjang sistem administrasi perkantoran dan upaya mengurangi kebutuhan penggunaan kertas (paperless). Mereka mulai terbiasa mengirim undangan, cukup menggunakan email (surat elektronika) yang menghemat penggunan kertas, juga mempercepat waktu pengiriman dan penghematan anggaran.</p>
<p>Bagi Budi Satrio, Kepala Desa Melung, kebiasaan menggunakan kertas berarti akan berakibat pada peningkatan penebangan kayu yang merupakan bahan baku pembuatan kertas sehingga dapat berpengaruh pada keseimbangan lingkungan. Saat lingkungan rusak, masyarakat desa yang menerima dampaknya secara langsung. Tak berlebihan bila gerakan pemanfaatan TIK di dunia perdesaan mampu menyinergikan gerakan kemandirian teknologi, pelestarian lingkungan, dan pengembangan ekonomi desa. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/belajar-pada-desa-untuk-kemandirian-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menang Karena Pandai Bukan Karena Berkuasa</title>
		<link>http://kombinasi.net/menang-karena-pandai-bukan-karena-berkuasa/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/menang-karena-pandai-bukan-karena-berkuasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 13:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2486</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi Informasi (TI) alat bantu yang sangat efektif bagi seseorang, sebuah institusi atau sebuah negara – jika mereka bertumpu pada kekuatan otaknya dan bukan pada kekuasaan, jabatan, kekayaan, kekuatan otot semata. Dengan kurang dari 5% rakyat berpendidikan tinggi, sulit bangsa &#8230; <a href="http://kombinasi.net/menang-karena-pandai-bukan-karena-berkuasa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2488" class="wp-caption alignleft" style="width: 246px"><a href="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/jpgonno.jpg"><img class="size-full wp-image-2488" title="jpgonno" src="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/jpgonno.jpg" alt="" width="236" height="261" /></a><p class="wp-caption-text">Onno W Purbo</p></div>
<p>Teknologi Informasi (TI) alat bantu yang sangat efektif bagi seseorang, sebuah institusi atau sebuah negara – jika mereka bertumpu pada kekuatan otaknya dan bukan pada kekuasaan, jabatan, kekayaan, kekuatan otot semata. Dengan kurang dari 5% rakyat  berpendidikan tinggi, sulit bangsa kita untuk menang berkompetisi di era globalisasi yang berbasis informasi dan pengetahuan; walaupun dibantu oleh komputer secanggih apapun.<span id="more-2486"></span></p>
<p>Dalam kebijakan nasional, Teknologi Informasi (TI) menjadi kunci dalam dua (2) hal &#8211; efisiensi proses dan memenangkan kompetisi. Andaikan Gus Dur mau berkata, “Urusan KTP, perijinan, surat tanah harus dapat selesai dalam waktu 15 menit, tanpa perantara dan transparan” sebuah parameter kontrol efisiensi proses yang ekstrim. Alat bantu TI akan mendorong e-Government dan efisiensi proses. Sialnya, alat bantu TI tidak ada artinya kalau kualitas dan budaya SDM di belakang-nya kurang baik. Political will Gus Dur dan Yahya Muhaimin untuk menyatakan “40% tenaga kerja harus berpendidikan tinggi” secara taktis diimplementasikan dengan “Memasukan TI sebagai kurikulum wajib sejak Sekolah Dasar SD” menjadi dasar memperkuat otak bangsa dan memenangkan kompetisi di era globalisasi. Infrastruktur akses ke dunia informasi kunci keberhasilan implementasi pernyataan politik di atas. Semua jadi bagian integral Gerakan Nasional Telematika (genetika@yahoogroups.com) yang dicanangkan Luhut dan Hikam akhir Januari 2001 lalu.</p>
<p><strong>Sistem Operasi Linux Berbahasa Indonesia</strong></p>
<p>Teknologi Informasi (TI) berbahasa Indonesia sempat disentil oleh Gus Dur. Pernyataan Gus Dur sudah basi bagi kami yang memakai sistem operasi Linux. Tanpa diminta beberapa aktivis Linux berjibaku mengembangkan TI berbahasa Indonesia. Mereka terutama di motori I Made Wiryana dan kakaknya Wayan dari Trustix http://www.trustix.co.id. Trustix Merdeka (http://merdeka.trustix.co.id) adalah Linux karya Trustix untuk bangsa Indonesia &amp; berbahasa Indonesia pula. CD Trustix Merdeka dibahas &amp; disebarkan gratis di majalah InfoLinux (http://www.infolinux.co.id) edisi Februari 2001. InfoLinux digerakan oleh komunitas Linux berpemegang saham 50 orang.</p>
<p>Selain Made dan Wayan, banyak aktivis Linux Indonesia yang berkiprah untuk negeri ini, misalnya aktivis yang tergabung di Linux Documentation Project LDP menerjemahkan berbagai naskah dan dokumentasi seperti HOW TO ke bahasa Indonesia. Aktivitas  Pengguna Linux Indonesia (KPLI) bisa dibaca di http://www.linux.or.id. Team Pandu http://pandu.dhs.org dengan gigih mensosialisasikan Linux berbentuk naskah, tulisan dan buku berbahasa Indonesia dan disebarkan gratis. Sebagian besar istilah TI sudah di Indonesia-kan sejak tiga (3) tahun lalu oleh Pusat Bahasa yang berlokasi di sekitar Rawamangun, Jakarta.</p>
<p>Linux menarik bagi WARNET, karena memungkinkan penggunaan komputer tua 286, 386 dan 486 sebagai terminal murah tanpa disket dan hard disk untuk akses Internet seperti dilakukan Umar@pointer.web.id di Warnet Pointer di Medan. Linux memungkinkan server, peralatan komunikasi tanpa kabel dibuat sendiri di Indonesia seperti dilakukan oleh teman-teman WARNET di Makasar, Medan, Bandung, Malang, Yogya dan lain-lain.</p>
<p>Linux fenomena luar biasa, seperti desa mengepung kota – kaum lemah, bersatu saling tolong mengembangkan perangkat lunak Linux, semua program (source code) dibuka dan disebarkan secara gratis melepaskan hak ciptanya untuk kepentingan publik sehingga semua orang bisa belajar karena tidak ditutupi, sebuah pengorbanan yang luar biasa. Linux legal digunakan secara gratis, tidak membajak software &#8211; predikat memalukan yang melekat di bangsa Indonesia sebagai 10 negara pembajak soft ware terbesar di dunia – tidak perlu disandang oleh bangsa ini jika Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) ditegakan secara benar oleh aparat, sweeping &amp; bersihkan pembajak software Microsoft. Bagi yang tak mampu membeli Microsoft, Linux yang gratis tidak membajak menjadi alternatif pilihan yang legal, disertai program terbuka dan berbahasa Indonesia pula.</p>
<p><strong>Akses ke dunia Informasi dan Pengetahuan</strong></p>
<p>Akses ke dunia informasi dan pengetahuan menjadi rintangan real maupun psychologis. Secara psychologis, banyak guru, kepala sekolah &amp; yayasan memperoleh persepsi bahwa Internet, komputer adalah mahal dan merusak ahlak. Banyak guru kurang berminat pada hal baru seperti komputer. Tak terpikirkan hal positif dari benda-benda tersebut, seperti pisau – komputer &amp; Internet bisa bermata dua.</p>
<p>Konsep Warung Internet (WARNET) yang diimplementasi di SMK oleh DIKMENJUR (dikmenjur@yahoogroups.com) membuktikan keberhasilan mengintegrasikan 400+ SMK di seluruh Indonesia sebagian secara swadaya masyarakat. Siswa menanggung beban sangat rendah Rp 1000 /siswa/bulan untuk akses e-mail Internet seperti di SMKN1 Ciamis. Artinya teknologi informasi &amp; akses Internet dapat menjadi fasilitas swadana di sekolah. Investasi fasilitas Rp 20-50 juta / sekolah bisa kembali dari iuran siswanya sendiri dalam waktu 1-1.5 tahun saja. Pendidikan jarak jauh menjadi mungkin, jaringan 20+ perpustakaan digital telah berkembang oleh Indonesia Digital Library Network http://idln.itb.ac.id &amp; Indonesia CyberLibrary Network i_c_s@yahoogroups.com. Pemerataan pengetahuan, pemenuhan hak asasi manusia untuk berkomunikasi &amp; berperan di dunia informasi seperti di tuangkan dalam TAP MPR XVII/MPR/1998 dipenuhi tanpa perlu berhutang pada Bank Dunia, ADB &amp; IMF.</p>
<p>Dunia pendidikan paling strategis karena masa depan bangsa di tentukan oleh anak bangsa yang pandai bukan yang berotot &amp; berkuasa. Massa orang pandai dan menggunakan Internet pada hari ini hanya 2 juta orang (menurut APJII). Dengan kekuatan 1% saja, Indonesia akan dilibas oleh negara tetangga di era globalisasi. Strategi sederhana harus di galakan, jumlah SMU, SMK, Pesantren, PTS di seluruh Indonesia hanya sekitar 25.000 buah. Dephub POSTEL harus berani mengambil inisiatif kebijakan untuk memaksa mekanisme Universal Service Obligation (USO) untuk mengorbankan 25.000 saluran telepon dari 10 juta total saluran yang ada untuk memandaikan anak bangsa. Di samping, membebaskan frekuensi ISM band 2.4GHz &amp; 5.8GHz. Jika di tunjang kemudahan dari INDAG, Bea Cukai, PMA, Pajak dll. Bukan mustahil lima (5) tahun lagi kita melihat 20 juta (10%) bangsa ini menjadi pandai &amp; harus diperhitungkan oleh masyarakat internasional dalam kompetisi era globalisasi.</p>
<p>Perjuangan di akses Internet terutama akan bertabrakan dengan Telkom &amp; KSO-nya serta pengatur frekuensi di negara ini. KSO Telkom secara semena-mena telah menaikan biaya langganan menerima telepon (dial-in) menjadi Rp. 300.000 / bulan (dari Rp. 30.000 / bulan) bagi ISP di Bali, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra tanpa persetujuan Pemerintah &amp; DPR. Hal ini akan mematikan akses informasi &amp; pengetahuan bagi sebagian bangsa ini.</p>
<p>Konsekuensinya, beberapa rekan di Koperasi Warnet Bandung (KOWABA), Asosiasi Warnet Surabaya, Jogya, Malang &amp; kota lain yang kreatif melalui asosiasi-warnet@yahoogroups.com  bahu membahu bekerjasama membangun WARNET Broadband karena sangat sulit &amp; mahal sekali menyewa leased line broadband ISDN maupun DSL 1-2Mbps dari Telkom. KOWABA (kowaba@yahoogroups.com) dimotori aktifis WARNET seperti Aday &amp; Zilmy merupakan contoh sukses keberhasilan implementasi WARNET Broadband (asosiasi-warnet-broadband@yahoogroups.com) tanpa tergantung sama sekali kepada Telkom, beberapa puluh WARNET di Bandung bersatu &amp; bekerjasama menyamakan tarif dan menyewa bandwidth ke Internet 1Mbps 1:1 melalui satelit, kemudian di distribusikan menggunakan peralatan microwave 2.4GHz buatan sendiri. Iuran sebesar Rp. 4-5.5 juta/warnet/bulan sangat murah untuk kecepatan total satu (1) Mbps 1:1 &amp; kompetitif dibandingkan sewa akses 64 Kbps 1:4 melalui Telkom &amp; ISP seharga Rp. 8-10 juta/bulan/warnet. Tunjangan broadband ISP seperti Melesat, PesatNet, 88Direct, TurboNet, Rainbow2u memarakan suasana. WARNET broadband memungkinkan membuat jaringan masyarakat tanpa tergantung sama sekali Telkom maupun utangan Bank Dunia, ADB &amp; IMF. Penghasilan WARNET naik dari rata-rata Rp. 200.000 / hari menjadi sekitar Rp. 1 juta / hari setelah menjadi WARNET broadband, sebab pelanggan mendapat kualitas baik.</p>
<p>Akses microwave 2.4GHz &amp; 5.8GHz ISM band sebagai secondary service menjadi solusi utama akses Internet broadband 2-11Mbps di Indonesia. Di Bandung saja paling tidak ada 100-an WARNET yang menggunakan akses microwave. Sesuai peraturan International Telecommunication Union (ITU) S5 peralatan di 2.4GHz &amp; 5.8GHz tahan interferensi &amp; tidak menghasilkan interferensi di luar band tsb. karena kecil-nya daya. Konsekuensinya, di banyak negara, Peralatan ISM band secondary service dibebaskan dari ijin pada peralatan instrumentasi, kedokteran, sains, kamera digital, handphone, komputer &amp; berbagai peralatan telekomnunikasi data. Peralatan ISM band umumnya di produksi massal dengan teknologi gigi biru (bluetooth) yang murah &amp; berdaya kecil.</p>
<p>Walaupun di banyak negara di bebaskan &#8211; tampaknya perjuangan masih panjang bagi rakyat Indonesia, karena bagian pengatur frekuensi di DITJEN POSTEL sedang berusaha untuk mengharuskan ijin bagi penggunaan ISM Band secondary service tsb. Mungkin kurang pemahaman aparat POSTEL akan kondisi lapangan, atau karena permintaan 2.4GHz oleh Telkom seperti diakui D. Amarudien, Vice President Telkom &#8211;  menyebabkan kebijakan yang kurang berpihak pada masyarakat banyak. Padahal, ISM band merupakan solusi alternatif sebagian besar WARNET, sekolah, institusi dll. yang kesulitan memperoleh saluran Telkom &amp; sering kali mahal. Selain itu, sulit meregulasi produksi massal seperti peralatan ISM band. Sialnya, prosedur birokrasi yang dibuat-buat justru akan menghambat kreatifitas &amp; perkembangan dunia telematika Indonesia sendiri. Akhirnya berdampak mematikan akses bagi masyarakat Indonesia ke dunia informasi &amp; pengetahuan yang pada dasarnya melanggar HAM yang tertera di TAP MPR XVII/MPR/1998. Dalam bahasa religius, untuk membesarkan sebuah bangsa Zakat, Infaq &amp; Shadaqah merupakan bagian integral dari proses pensejahteraan. Alangkah indahnya bila sebagian komoditi bisa di-Infaq-kan untuk mensejahterakan umat.</p>
<p><strong>Fenomena Dotcom</strong></p>
<p>Dengan berkembangnya akses &amp; massa pengguna Internet di Indonesia, memicu perkembangan usaha di atas Internet yang kita kenal sebagai dotcom.</p>
<p>Kehancuran dotcom di awal tahun 2000 menjadi pelajaran bagi banyak dotcommers di  dunia. Model bisnis yang baik mengurangi kebakaran modal yang selama ini menjadi ciri banyak dotcommers. Dengan model bisnis yang tepat &amp; baik, beberapa dotcom Indonesia ternyata bisa survive dan terus berkiprah dengan baik. Detik.com dan Kompas.com merupakan contoh sukses bagi banyak dotcommers Indonesia. Media online memang menjadi primadona model dotcommers yang sukses di banyak negara.</p>
<p>Tentunya masih banyak dotcommers yang juga bisa survive di Indonesia dengan fokus usaha yang tajam. Indosatcom www.dagang2000.com bekerjasama dengan www.meetchina.com memfokuskan pada fasilitasi perdagangan elektronik B2B (bukan B2C seperti kebanyakan dotcommers). Pola hybrid antara perdagangan secara real / fisik di satukan dengan dunia cyber menjadikan konvergensi dagang yang sempurna. LippoShop.com berbeda dengan dagang2000.com, mereka memfokuskan lebih kepada B2C dengan start awal captive market Lippo yang sudah ada. Pola hybrid juga dilakukan yang ternyata menunjukan bahwa ~90% transaksi melalui metoda konvensional bukan Internet demikian diakui oleh Parapak salah seorang Komisaris LippoNet. APEC pada saat ini sangat aktif menginternetisasi  negara APEC. E-commerce adalah salah satu yang paling gencar dengan adanya APEC High Level Symposium on E-Commerce and Paperless Trading di Beijing 9-10 February 2001.</p>
<p>Komunitas yang fokus menjadi karakter utama model bisnis dotcommers sukses. RadioClick.com  bermitra dengan stasiun radio swasta di berbagai kota &amp; menggarap komunitas di radio tsb. Pemberdayaan keberadaan komunitas menjadikan usaha win-win antara dotcommers dengan komunitasnya. Natnit.net menggarap komunitas WARNET di seluruh Indonesia, melalui majalahnya interaksi dilakukan. Data lengkap 1200+ WARNET yang bertambah 4-10 WARNET / hari dapat dilihat di Natnit.net. IndoExchange.com salah satu portal tertua Indonesia contoh sebuah dotcom yang fokus pada masyarakat industri finansial / bursa. Informasi keuangan, berita bisnis, index saham, portfolio berbagai perusahaan menjadi secara transparan sehingga menarik pemain bursa berlangganan ke IndoExchange.com. Bagi para traveller, turis akan sangat terpikat pada BaliOnLine indo.com. Mereka contoh beberapa dotcommers Indonesia yang sukses berkiprah di komunitasnya.</p>
<p>Keberhasilan para dotcommers menarik banyak usaha pendukungnya. Internet Data Center (biz.net.id) membuka peluang untuk menyimpan data dalam jumlah besar dan murah di Internet. Usaha mendata dotcommers dilakukan oleh beberapa portal seperti indopage.com, searchindonesia.com &amp; bluebookdirectory.com.</p>
<p>Keahlian Web programmer &amp; teknisi jaringan Internet amat dicari. Memang kebanyakan ilmu Internet dapat dipelajari sendiri di Internet melalui mailing list, web, manual perangkat lunak. Sialnya, kesempatan itu masih sangat terbatas bagi dua (2) juta orang Indonesia saja. Dukungan berbagai media cetak, seperti Chip, Infokomputer, NeoTek, PCPlus, DotCom, DotNet dll. sangat bermanfaat. Alangkah baiknya inisiatif seperti SMK plus TI (smk-ti@yahoogroups.com) yang di motori DIKMENJUR dapat dikembangkan ke jenjang sekolah lainnya baik SMP &amp; SMU. Sekolah Tinggi Informatika (STMIK dll) tampaknya menjadi tumpuan untuk supply SDM TI. Mereka sering kali lebih siap pakai dibandingkan PTN untuk mensupply kelangkaan tenaga TI yang banyak di isi orang asing khususnya India.</p>
<p><strong>Internet Telepon</strong></p>
<p>Harus kita akui bahwa sebagian besar rakyat Indonesia masih berpendidikan rendah. Dalam kondisi masyarakat demikian, komunikasi verbal (suara) menjadi sangat dominan dibandingkan dengan komunikasi tertulis.</p>
<p>Teknologi Internet telepon (VoIP) di akui dapat mereduksi tarif SLJJ &amp; SLI menjadi 1/8 s/d 1/10 dari tarif telekomunikasi yang ada sekarang. Internet Telepon menjadi solusi alternatif yang sangat menarik bagi sebagian besar rakyat Indonesia yang tidak mampu membayar tarif SLJJ &amp; SLI yang mahal.</p>
<p>Alhamdullillah, tampaknya ada kesepakatan persepsi bahwa Internet Telepon (VoIP) melalui komputer tidak memerlukan ijin. Sedang, jasa VoIP komersial melalui jaringan telepon Telkom tetap harus memohon ijin lisensi dari POSTEL. Yang termasuk dibebaskan dari ijin adalah VoIP melalui komputer yang tersambung ke Internet, komputer di WARNET, komputer di kompleks perkantoran, bahkan jika kreatif dan di kembangkan terus bukan mustahil akan dapat berkembang menjadi internet telepon untuk RT/RW-net, kecamatan dsb. karena teknologi-nya sangat memungkinkan untuk dikembangkan dengan sangat murah dengan investasi US$100/saluran lebih murah dari Telkom yang US$1000/saluran.</p>
<p>Umumnya komputer multimedia dengan soundcard siap untuk internet telepon yang sah &amp; tanpa perlu ijin. Untuk memperbaiki kualitas suara, biasanya ditambahkan peralatan pemroses sinyal (Digital Signal Processing – DSP) berupa kartu antarmuka atau alat tambahan. Kartu / alat tambahan ini berkisar antara US$50-99 per buah. Yang paling murah adalah VoIP blaster dari Creative http://www.creative.com yang dapat dihubungkan ke kanal USB di PC. Review berbagai peralatan VoIP ada di http://www.pulver.com/gateway/.</p>
<p><strong>Akhirnya</strong></p>
<p>Teknologi Informasi (TI) seperti juga teknologi lainya merupakan alat bantu manusia untuk mencapai tujuan. Manusia dengan kekuatan otaknya yang akan menentukan kesejahteraan bangsa ini, pendidikan menjadi kunci utamanya – bukan kekuasaan dan kekuatan.</p>
<p><em>Onno W. Purbo, Penulis TI Independen</em></p>
<p>Sumber: http://onno.vlsm.org/v09/&#8230;/teknologi-informasi-di-indonesia-01-2001.rtf</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/menang-karena-pandai-bukan-karena-berkuasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Cara Promosi di Situs Jejaring Sosial</title>
		<link>http://kombinasi.net/tiga-cara-promosi-di-situs-jejaring-sosial/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/tiga-cara-promosi-di-situs-jejaring-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 06:06:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yossy Suparyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Portal]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[promosi produk]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2482</guid>
		<description><![CDATA[Facebook dan Twitter menjadi dua situs jejaring sosial yang paling populer. Pada 2012, di Indonesia ada 43,06 juta pengguna Facebook atau menempati ranking 3 di dunia. Pengguna Twitter ada 19,5 juta sehingga menjadi ranking 1 di Asia. Hal itu menunjukkan &#8230; <a href="http://kombinasi.net/tiga-cara-promosi-di-situs-jejaring-sosial/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2484" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/facebook-twitter-linkedin-300x250.jpg"><img class="size-full wp-image-2484" title="facebook-twitter-linkedin-300x250" src="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/facebook-twitter-linkedin-300x250.jpg" alt="" width="300" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">Promosi di Jejaring Sosial</p></div>
<p>Facebook dan Twitter menjadi dua situs jejaring sosial yang paling populer. Pada 2012, di Indonesia ada 43,06 juta pengguna Facebook atau menempati ranking 3 di dunia. Pengguna Twitter ada 19,5 juta sehingga menjadi ranking 1 di Asia. Hal itu menunjukkan jejaring sosial menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini. <span id="more-2482"></span></p>
<p>Sebagian besar penguna Facebook maupun Twitter memanfaatkan dunia jejaring sosial sebagai media untuk bersosialisasi di dunia maya. Ada yang mencari teman, berbincang dengan kawan lama, dan menyebarluaskan informasi. Namun, ada sebagian kecil yang menggunakan kedua media ini untuk berbisnis online, minimal sekadar untuk promosi.</p>
<p>Aktivitas marketing melalui jejaring sosial mungkin dilakukan bila Anda memiliki banyak teman di Facebook atau memiliki banyak follower di Twitter. Sebaliknya, bila Anda hanya memiliki sedikit banyak teman maka target promosi Anda tentu saja terbatas.</p>
<p>Lantas, bagaimana cara berpromosi melalui Facebook dan Twitter? Ada beberapa cara yang bisa digunakan:</p>
<p><strong>1. Promosikan produk kita miliki dengan menulis status di Facebook atau Twitter</strong></p>
<p>Ini merupakan cara yang termudah untuk menggiring calon-calon pembeli, apalagi bila Anda sudah memiliki layanan toko online<em> (e-commerce).</em> Kita mengajak mereka berkunjung ke toko kita dan berharap mereka membeli produk yang tersedia.</p>
<p>Sebaiknya, pembaruan status Anda lakukan tiap hari. Cara ini akan mengingatkan seseorang untuk mencoba berkunjung ke toko online Anda. Jika tidak tertarik sekarang, suatu saat mereka akan tertarik dengan produk kita. Mirip iklan di televisi, semakin sering kita menulis status, maka iklan kita semakin sering tayang.</p>
<p><strong>2. Tag foto produk pada beberapa teman yang Anda kenal</strong></p>
<p>Cara ini paling sering digunakan oleh pengguna facebook yang berjualan secara online. Unggah foto produk, tag produk ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk memberikan keterangan pada produk dan menambahkan tautan yang mengarah ke toko online Anda. Cara sederhana ini, sedikit demi sedikit akan membantu dalam promosi, baik produk yang dijual maupun toko online Anda.</p>
<p>Di Twitter, Anda bisa menggunakan layanan mention (@) dan hastag (#). Setiap Anda mengunggah produk maka mention-lah orang-orang yang memiliki follower banyak. Apalagi bila Anda sukses mengajak dia untuk mem-follow akun Anda, sebaran informasi akan lebih luas.</p>
<p>3. Membuat Group atau Facebook Like (dulu Fans Page)</p>
<p>Sebuah komunitas atau group memiliki ‘kekuatan’ dalam penyebaran informasi. Apabila Anda sudah memiliki facebook, silakan membangun sendiri group di facebook sesuai dengan tujuan promosi Anda. Bangun pencitraan dan komunikasi dengan anggota group Anda. Meski group FB terbatas untuk 5000 anggota, tapi group jelas membantu dalam proses marketing.</p>
<p>Facebook juga memiliki fasilitas Facebook Like, dulunya sering disebut Facebook Fan Page. Awalnya fasilitas ini ditujukan untuk sebuah brand, produk atau selebritis saja, namun sekarang pengguna biasa sudah bisa menggunakannya. Hal ini bisa kita aplikasikan untuk toko online yang Anda miliki. Facebook Like bisa menampung member lebih banyak dibandingkan dengan Facebook group. Jika Anda memiliki keduanya tentu akan lebih efektif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/tiga-cara-promosi-di-situs-jejaring-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksi Gerakan Pembaharuan Agraria</title>
		<link>http://kombinasi.net/aksi-gerakan-pembaharuan-agraria/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/aksi-gerakan-pembaharuan-agraria/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 05:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Video]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi agraria]]></category>
		<category><![CDATA[UU PA]]></category>
		<category><![CDATA[video komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2467</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh tragis. Meski Indonesia telah merdeka selama 67 tahun, persoalan tata kelola lahan (tanah) masih didominasi persoalan-persoalan warisan kolonial. Hingga kini, Perhutani sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berkonflik dengan sejumlah wilayah terkait dengan tata kelola lahan yang mereka &#8230; <a href="http://kombinasi.net/aksi-gerakan-pembaharuan-agraria/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh tragis. Meski Indonesia telah merdeka selama 67 tahun, persoalan tata kelola lahan (tanah) masih didominasi persoalan-persoalan warisan kolonial. Hingga kini, Perhutani sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berkonflik dengan sejumlah wilayah terkait dengan tata kelola lahan yang mereka ajukan. Bahkan, hampir semua perusahaan yang berhubungan dengan perkebunan, pertambangan, maupun perusahaan lain yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam memiliki pekerjaan rumah yang sama.<span id="more-2467"></span></p>
<p>Persoalan ini terkait dengan kebijakan tata kelola lahan yang dijalankan oleh negara. Pada 1960, Indonesia memiliki Undang-Undang yang mengatur tentang agraria, yaitu UU No 5 tahun 1960. Sayang pada zaman Orde Baru, undang-undang ini terlalu jarang dijadikan rujukan, pertimbangan, dan pertimbangan dalam membuat undang-undang lain yang memiliki irisan dengan soal agraria (baca: tanah). Akhirnya terjadi tumpang-tindih dalam dunia tata perundang-undangan di Indonesia yang mengatur soal tersebut.</p>
<p>Pada Pertengahan Januari 2012 (12/1/2012), ribuan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara Jakarta dan juga Dewan perwakilan Rakyat. Mereka mewakili organisasi tani, buruh, masyarakat adat dan organisasi mahasiswa serta lembaga swadaya masyarakat. Aksi ini meminta pemerintah untuk menghentikan segala bentuk perampasan tanah dan mengembalikan tanah kepada rakyat serta menghentikan kekerasan yang dilakukan aparat kepada masyarakat. Pemberian kuasa atas lahan kepada perusahaan oleh pemerintah tanpa mengakomodir kepentingan warga acapkali menyebabkan terjadinya sengketa lahan dengan masyarakat.</p>
<p>Film pendek ini merupakan dokumentasi Gekko Studio atas gerakan rakyat Indonesia untuk menuntut reformasi agraria. Aksi massa yang dilakukan pelbagai organisasi masyarakat sipil untuk menuntuk reformasi agraria sejati. Pemanfaatan media gambar bergerak (video) mampu menjelaskan gerakan aksi secara lebih nyata.</p>
<p><iframe src="http://player.vimeo.com/video/35184809?title=0&amp;byline=0&amp;portrait=0" frameborder="0" width="500" height="260"></iframe></p>
<p><a href="http://vimeo.com/35184809">Reforma Agraria Sejati</a> from <a href="http://vimeo.com/gekkostudio">Gekko Studio</a> on <a href="http://vimeo.com">Vimeo</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/aksi-gerakan-pembaharuan-agraria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pewarta Warga: Teori dan Praktik</title>
		<link>http://kombinasi.net/pewarta-warga-teori-dan-praktik/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/pewarta-warga-teori-dan-praktik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 05:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yossy Suparyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[citizen journalism]]></category>
		<category><![CDATA[pewartaan warga]]></category>
		<category><![CDATA[suara komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[yossy suparyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2471</guid>
		<description><![CDATA[Buku panduan bagi para pewarta warga yang disarikan dari pengalaman-pengalaman pewarta warga secara langsung. Mengupas awal kemunculan pewarta warga dan teknik-teknik praktis dalam pembuatan karya jurnalistik. Silakan diunduh untuk menambah khasanah pengetahuan tentang topik ini. Pewartawarga: Teori dan Praktik View &#8230; <a href="http://kombinasi.net/pewarta-warga-teori-dan-praktik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku panduan bagi para pewarta warga yang disarikan dari pengalaman-pengalaman pewarta warga secara langsung. Mengupas awal kemunculan pewarta warga dan teknik-teknik praktis dalam pembuatan karya jurnalistik. Silakan diunduh untuk menambah khasanah pengetahuan tentang topik ini.<span id="more-2471"></span></p>
<div style="width:477px" id="__ss_11124325"><strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/yossy_suparyo/pewartawarga-teori-dan-praktik" title="Pewartawarga: Teori dan Praktik">Pewartawarga: Teori dan Praktik</a></strong><object id="__sse11124325" width="580" height="680"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/doc_player.swf?doc=pewartawarga-120117225033-phpapp01&#038;stripped_title=pewartawarga-teori-dan-praktik&#038;userName=yossy_suparyo" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><param name="wmode" value="transparent"/><embed name="__sse11124325" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/doc_player.swf?doc=pewartawarga-120117225033-phpapp01&#038;stripped_title=pewartawarga-teori-dan-praktik&#038;userName=yossy_suparyo" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" wmode="transparent" width="580" height="680"></embed></object>
<div style="padding:5px 0 12px">View more <a href="http://www.slideshare.net/">documents</a> from <a href="http://www.slideshare.net/yossy_suparyo">Yossy Suparyo</a>.</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/pewarta-warga-teori-dan-praktik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Telematika</title>
		<link>http://kombinasi.net/apa-itu-telematika/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/apa-itu-telematika/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 03:23:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[telematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2465</guid>
		<description><![CDATA[Secara harfiah, telematika berasal dari bahasa perancis “telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi sendiri dapat diartikan sebagai sarana/prasarana, sistem, dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang &#8230; <a href="http://kombinasi.net/apa-itu-telematika/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara harfiah, telematika berasal dari bahasa perancis “telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi sendiri dapat diartikan sebagai sarana/prasarana, sistem, dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna.<span id="more-2465"></span></p>
<p>Para praktisi menyatakan “telematics“ adalah singkatan dari “telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep computing and communication. Istilah telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu (konvergensi). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.</p>
<p>Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara telekomunikasi, media, dan<br />
informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “the Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam pelbagai medium. Suatu ambigus jika istilah <a href="http://law.ui.ac.ic/lama/telematika/index.htm">telematika</a> dipahami sebagai akronim telekomunikasi, multimedia, dan informatika.</p>
<p>Menurut <a href="http://www.indonesia.go.id/id/produk_uu/isi/inpres2001/ip%206-2001%20lamp.html">Instruksi Presiden RI No. 6 Tahun 2001</a> tentang kerangka kebijakan perkembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia didapat pengertian telematika sebagai berikut: “&#8230;Telekomunikasi, media dan informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika&#8230;”</p>
<p>Toffler berpendapat bahwa teknologi telekomunikasi dan informatika, kini populer dengan nama telematika (Yuliar, 2007). Menurut Miarso (2007) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary (digital). Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel (gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya). Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary (digital). Istilah Teknologi dan Komunikasi (ICT =Information and Communication Technology) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian telematika.</p>
<p>Jadi, dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary/digital.</p>
<p>Ir. Hasanuddin Sirait, MT | STMIK Parna Raya Manado</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/apa-itu-telematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Naskah RUU Konvergensi Telemetika versi Pemerintah dan Mastel</title>
		<link>http://kombinasi.net/naskah-ruu-konvergensi-telemetika-versi-pemerintah-dan-mastel/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/naskah-ruu-konvergensi-telemetika-versi-pemerintah-dan-mastel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 04:44:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yossy Suparyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[konvergensi media]]></category>
		<category><![CDATA[telematika]]></category>
		<category><![CDATA[undang-undang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2461</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah perbandingan naskah yang dibuat oleh Pemerintah dan Mastel. Silakan dicermati untuk menjadi periksa. Perbandingan Naskah RUU Konvergensi Telematika View more documents from Yossy Suparyo]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah perbandingan naskah yang dibuat oleh Pemerintah dan Mastel. Silakan dicermati untuk menjadi periksa.</p>
<div style="width:477px" id="__ss_10809015"> <strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/yossy_suparyo/perbandingan-naskah-ruu-pemerintah-dan-mastel" title="Perbandingan Naskah RUU Konvergensi Telematika" target="_blank">Perbandingan Naskah RUU Konvergensi Telematika</a></strong> <iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/10809015" width="570" height="510" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
<div style="padding:5px 0 12px"> View more <a href="http://www.slideshare.net/" target="_blank">documents</a> from <a href="http://www.slideshare.net/yossy_suparyo" target="_blank">Yossy Suparyo</a> </div>
</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/naskah-ruu-konvergensi-telemetika-versi-pemerintah-dan-mastel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rantai Nilai dan Rantai Guna</title>
		<link>http://kombinasi.net/rantai-nilai-dan-rantai-guna/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/rantai-nilai-dan-rantai-guna/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 02:36:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yossy Suparyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Portal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2459</guid>
		<description><![CDATA[Presentasi Didi Sugandi, Pengembang LawangTani, yang membahas rantai nilai dan rantai guna dalam dunia telematika. Rangkaian-nilai dan Rangkaian-guna View more presentations from Didi Sugandi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Presentasi Didi Sugandi, Pengembang LawangTani, yang membahas rantai nilai dan rantai guna dalam dunia telematika.</p>
<div style="width:425px" id="__ss_10748513"> <strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/dsugandi/rangkaian-nilai-dan-rangkaian-guna" title="Rangkaian-nilai dan Rangkaian-guna" target="_blank">Rangkaian-nilai dan Rangkaian-guna</a></strong> <iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/10748513" width="425" height="355" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
<div style="padding:5px 0 12px"> View more <a href="http://www.slideshare.net/" target="_blank">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/dsugandi" target="_blank">Didi Sugandi</a> </div>
</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/rantai-nilai-dan-rantai-guna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Rakyat Dapat Terlibat dalam Pembuatan Kebijakan Publik</title>
		<link>http://kombinasi.net/bagaimana-rakyat-dapat-terlibat-dalam-pembuatan-kebijakan-publik/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/bagaimana-rakyat-dapat-terlibat-dalam-pembuatan-kebijakan-publik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 03:24:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2456</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini rakyat hanya bisa menyaksikan kebijakan demi kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Mereka tidak terlibat dalam perencanaan, pembuatan, dan pengawasan kebijakan. Rakyat selalu diminta untuk mendengar dan mentaati seluruh produk kebijakan, tak terkecuali kebijakan yang merugikan mereka. Bagaimana rakyat &#8230; <a href="http://kombinasi.net/bagaimana-rakyat-dapat-terlibat-dalam-pembuatan-kebijakan-publik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini rakyat hanya bisa menyaksikan kebijakan demi kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Mereka tidak terlibat dalam perencanaan, pembuatan, dan pengawasan kebijakan. Rakyat selalu diminta untuk mendengar dan mentaati seluruh produk kebijakan, tak terkecuali kebijakan yang merugikan mereka. <span id="more-2456"></span></p>
<p>Bagaimana rakyat dapat terlibat dalam pembuatan kebijakan publik? Kekuatan hukum yang menjamin keterlibatan rakyat dalam pembuatan kebijakan publik adalah Undang-Undang No 10 Tahun 2004 pasal 5 huruf q, yaitu asas pembentukan peraturan dan perudang-undangan yang baik yang keterbukaan. Menurut Nurman dan Muluk (2010:11), asas keterbukaan dapat diartikan dalam pembentukan perundang-undangan mulai dari perencanaan, persiapan, penyusunan, dan pembahasan bersifat terbuka dan transparan. Dengan demikian rakyat memiliki kesempatan yang seluas-luasnya untuk memberikan masukan dalam proses pembuatan perundang-undangan.</p>
<p>Hal di atas dikuatkan oleh Pasal 53 yang menyatakan rakyat berhak memberikan masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penyiapan atau pembahasan rancangan undang-undang dan rancangan peraturan daerah. Sementara itu, pada Undang-Undang No 32 Tahun 2004 pasal 139 disebutkan masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penyiapan atau pembahasan rancangan Perda. Dengan kata lain, keterlibatan rakyat untuk bisa terlibat dalam pembuatan perundang-undangan dijamin oleh hukum.</p>
<p>Apa saja peraturan yang bisa digolongkan menjadi bagian dari tata perundang-undangan di Indonesia? </p>
<p>Menurut UU No 10 Tahun 2004, susunan hierarki tata perundang-undangan di Indonesia Undang-Undang Dasar 1945 adalah sumber tertinggi segala hukum formal yang berlaku. UUD disusun dan ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Tingkat kedua, yaitu Undang-Undang (UU). UU ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan disahkan oleh Presiden. Ketiga, setingkat dengan UU adalah Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang (Perpu) yang ditetapkan oleh presiden. Perpu dikeluarkan oleh presiden sebagai bentuk reaksi atas sesuatu yang memerlukan dasar hukum undang-undang yang sifatnya mendesak. Perpu bisa menjadi UU bila disetujui oleh DPR. </p>
<p>Keempat, Peraturan Pemerintah (PP). PP disusun oleh pemerintah dan ditetapkan oleh presiden agar UU bisa diterapkan secara teknis di lapangan. Kelima, peraturan daerah (Perda). Perda terdiri dari tiga tingkat, yaitu (1) peraturan daerah provinsi ditetapkan oleh DPRD Provinsi dan disahkan oleh Gubernur; (2) peraturan daerah kabupaten /Kota ditetapkan oleh DPRD Kabupaten/Kota dan disahkan oleh Bupati/Walikota; dan (3) peraturan desa yang pembuatannya melibatkan Badan Perwakilan Desa (BPD) dan Kepala Desa atau sejenisnya.</p>
<p>Keterlibatan rakyat dalam pembuatan kebijakan dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap penyiapan, pembahasan dan penetapan, serta pengesahan dan berlaku.<em> Tahap pertama</em>, warga memiliki peluang untuk menyampaikan gagasan dan proposal mengenai peraturan apa yang perlu atau tidak perlu diterbitkan oleh pemerintah. Keberhasilan tahap penyiapan dapat diukur dari masuknya proposal pembetukan peraturan daerah dalam Program Legislasi, baik nasional (Prolegnas) maupun daerah (Prolegda). </p>
<p><em>Tahap kedua,</em> ketika usulan sudah masuk dalam program legislasi, rakyat harus mengawal pembahasan dan memastikan poin-poin penting yang diatur dalam peraturan sesuai dengan usulan. Proses pembahasan peraturan merupakan proses politik sehingga acapkali terjadi tarik-ulur, tawar-menawar, negosiasi, dan lobi dari pelbagai pihak yang berkepentingan terhadap peraturan yang disusun. Rayat harus mampu mengidentifikasi, memetakan, dan menjalin komunikasi yang intensif dengan para pengambil keputusan supaya usulannya ditetapkan sebagai peraturan.</p>
<p><em>Tahap ketiga,</em> setelah peraturan disahkan dan dicatat dalam lembaga negara atau daerah, rakyat dapat terlibat dalam menyebarluaskan atau menyosialisasikan peraturan tersebut ke publik, baik melalui seminar, publikasi, maupun pelatihan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/bagaimana-rakyat-dapat-terlibat-dalam-pembuatan-kebijakan-publik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lima Langkah Menulis Berita bagi Pemula</title>
		<link>http://kombinasi.net/lima-langkah-menulis-berita-bagi-pemula/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/lima-langkah-menulis-berita-bagi-pemula/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 06:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yossy Suparyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Panduan]]></category>
		<category><![CDATA[menulis berita]]></category>
		<category><![CDATA[pewartaan warga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2440</guid>
		<description><![CDATA[Menulis berita, terutama untuk media daring (dalam jaringan/online), membutuhkan unsur kecepatan. Sebisa mungkin berita bisa diterbitkan bersamaan dengan kejadiannya, saat itu juga (real time). Untuk mampu menulis berita dengan cepat, pewarta harus mampu merekam atau menuliskan peristiwa secara sistematis sehingga &#8230; <a href="http://kombinasi.net/lima-langkah-menulis-berita-bagi-pemula/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menulis berita, terutama untuk media daring (dalam jaringan/online), membutuhkan unsur kecepatan. Sebisa mungkin berita bisa diterbitkan bersamaan dengan kejadiannya, saat itu juga (real time). Untuk mampu menulis berita dengan cepat, pewarta harus mampu merekam atau menuliskan peristiwa secara sistematis sehingga kecepatan dalam memproduksi berita tidak mengurangi mutu dari beritanya itu sendiri.<span id="more-2440"></span></p>
<p>Resep yang Anda baca ini telah dipraktikkan dalam pelbagai pelatihan pewartaan warga. Akibat wataknya yang cepat, tidak semua unsur berita dapat dieksplorasi dengan rinci, usaha untuk merincikan dapat dilakukan dengan membuat berita secara terus-menerus (running news). Panjang tulisan berita cepat dalam panduan ini adalah empat paragraf.</p>
<p>Panduan ini bisa menjadi rujukan bagi para pewarta pemula yang ingin belajar menulis berita secara cepat. Caranya, setelah melakukan liputan, susunlah fakta-fakta yang Anda temui dengan lima langkah berikut ini:</p>
<p>1. Paragraf pertama atau biasa disebut dengan teras berita berisi materi yang paling penting. Buatlah paragraf berisi 2-3 kalimat yang memuat unsur APA kejadiannya, DI MANA kejadiannya, SIAPA yang terlibat dalam kejadian tersebut dan KAPAN kejadiannya. Misalnya:</p>
<p><em>Pemerintah Desa Melung menjadi tuan rumah workshop Desa Membangun. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24-25 Desember 2011 di Balai Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas. Workshop ini diikuti oleh sejumlah kepala desa, organisasi pemuda, kelompok swadaya masyarakat, tenaga pendidikan, dan lembaga usaha desa.</em></p>
<p>Apa kejadiannya : Pememerintah Desa Melung selenggarakan Workshop Desa Membangun<br />
Di mana kejadiannya : Balai Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas<br />
Kapan kejadiannya : 24-25 Desember 201<br />
Siapa yang terlibat : Kepala desa, organisasi pemuda, kelompok swadaya masyarakat, tenaga pendidikan, dan lembaga usaha desa.</p>
<p>2. Paparkan informasi dalam paragraf pertama dengan satu paragraf lanjutan yang berupa kalimat pernyataan. Jangan lupa tuliskan identitas narasumber berita dan atributnya di paragraf ini, misalnya:</p>
<p><em>Workshop ini merupakan salah satu tahapan dalam gerakan Desa Membangun di Indonesia. Menurut A. Budi Satrio (47), Kepala Desa Melung, istilah Desa Membangun muncul sebagai kritik terhadap konsep “membangun desa” yang latah menjadi slogan politik akhir-akhir ini</em>.</p>
<p>Narasumber: A. Budi Satrio<br />
Atribut : Kepala Desa Melung, umurnya 47 tahun<br />
Inti pikiran : Workshop ini merupakan salah satu tahapan dalam gerakan Desa Membangun di Indonesia</p>
<p>3. Tulislah pendapat narasumber dengan kutipan langsung.</p>
<p><em>“Bila kita cermati istilah membangun desa menempatkan desa sebagai objek pembangunan. Maju mundurnya desa tergantung pada belas kasihan pihak luar. Dalam konsep desa membangun, desa merupakan subjek atau aktor yang melakukan kegiatan dan inovasi untuk mengangkat desa dari keterbelakangan. Genderang gerakan desa membangun segera kita tabuh!” ujarnya.</em></p>
<p>Catatan: Penegasan narasumber atas inti pikiran pada paragraf 2</p>
<p>4. Buatlah paragraf penutup yang berisi kesimpulan atau keterangan tambahan.</p>
<p><em>Workshop akan difasilitasi oleh para ahli dibidangnya, seperti Budhi Hermanto (Head of Implementation Program COMBINE Resource Institution dan Staf Pengajar Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Akhmad Safrudin (Senior Hecker/Pengembang BlankOn Linux, Manajer OSRC Yayasan Air Putih Jakarta), Yana Noviadi (Kepala Desa Mandalamekar, Tasikmalaya, Peraih Sociology Prize 2011 dari California, USA). Untuk dukungan teknis akan dilakukan oleh Komunitas BlankOn Banyumas.</em></p>
<p>5. Buatlah judul berita</p>
<p>Pemdes Melung Tabuh Genderang Gerakan Desa Membangun</p>
<p>Bila ditulis lengkap maka jadilah berita seperti di bawah ini:</p>
<p><em><strong>Pemdes Melung Tabuh Genderang Gerakan Desa Membangun</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Pemerintah Desa Melung menjadi tuan rumah workshop Desa Membangun. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24-25 Desember 2011 di Balai Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas. Workshop ini diikuti oleh sejumlah kepala desa, organisasi pemuda, kelompok swadaya masyarakat, tenaga pendidikan, dan lembaga usaha desa.</em></p>
<p>Workshop ini merupakan salah satu tahapan dalam gerakan Desa Membangun di Indonesia. Menurut A. Budi Satrio (47), Kepala Desa Melung, istilah Desa Membangun muncul sebagai kritik terhadap konsep “membangun desa” yang latah menjadi slogan politik akhir-akhir ini.</p>
<p>“Bila kita cermati istilah membangun desa menempatkan desa sebagai objek pembangunan. Maju mundurnya desa tergantung pada belas kasihan pihak luar. Dalam konsep desa membangun, desa merupakan subjek atau aktor yang melakukan kegiatan dan inovasi untuk mengangkat desa dari keterbelakangan. Genderang gerakan desa membangun segera kita tabuh!” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Workshop akan difasilitasi oleh para ahli dibidangnya, seperti Budhi Hermanto (Head of Implementation Program COMBINE Resource Institution dan Staf Pengajar Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Akhmad Safrudin (Senior Hecker/Pengembang BlankOn Linux, Manajer OSRC Yayasan Air Putih Jakarta), Yana Noviadi (Kepala Desa Mandalamekar, Tasikmalaya, Peraih Sociology Prize 2011 dari California, USA). Untuk dukungan teknis akan dilakukan oleh Komunitas BlankOn Banyumas.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/lima-langkah-menulis-berita-bagi-pemula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

