<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KOMBINASI</title>
	<atom:link href="http://kombinasi.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kombinasi.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Mar 2012 02:16:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Analisis Isi dalam Penelitian Media Massa</title>
		<link>http://kombinasi.net/analisis-isi-dalam-penelitian-media-massa/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/analisis-isi-dalam-penelitian-media-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2012 02:16:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2566</guid>
		<description><![CDATA[Analisis isi  atau content analysis merupakan metode penelitian yang membahas secara mendalam isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Analisis isi biasanya digunakan pada penelitian kualitatif. Pelopor analisis isi adalah Harold D. Lasswell, yang memelopori teknik symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi. Ada beberapa definisi mengenai analisis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/foto-koran.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2567" title="metodologi analisis isi media massa" src="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/foto-koran.jpg" alt="metodologi analisis isi media massa" width="300" height="225" /></a>Analisis isi  atau content analysis merupakan metode penelitian yang membahas secara mendalam isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Analisis isi biasanya digunakan pada penelitian kualitatif. Pelopor analisis isi adalah Harold D. Lasswell, yang memelopori teknik symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi.<span id="more-2566"></span></p>
<p>Ada beberapa definisi mengenai analisis isi. Analisis isi secara umum diartikan sebagai metode yang meliputi semua analisis menganai isi teks, tetapi di sisi lain analisis isi juga digunakan untuk mendeskripsikan pendekatan analisis yang khusus. Menurut Holsti, metode analisis isi adalah suatu teknik untuk mengambil kesimpulan dengan mengidentifikasi berbagai karakteristik khusus suatu pesan secara objektif, sistematis, dan generalis.</p>
<p>Objektif berarti menurut aturan atau prosedur yang apabila dilaksanakan oleh orang (peneliti) lain dapat menghasilkan kesimpulan yang serupa. Sistematis artinya penetapan isi atau kategori dilakukan menurut aturan yang diterapkan secara konsisten, meliputi penjaminan seleksi dan pengkodingan data agar tidak bias. Generalis artinya penemuan harus memiliki referensi teoritis. Informasi yang didapat dari analisis isi dapat dihubungkan dengan atribut lain dari dokumen dan mempunyai relevansi teoritis yang tinggi. Definisi lain dari analisis isi yang sering digunakan adalah: research technique for the objective, systematic and quantitative description of the manifest content of communication.</p>
<p>Analisis isi harus dibedakan dengan berbagai metode penelitian lain di dalam penelitian tentang pesan, yang sifatnya meneliti pesan yang latent (tersembunyi), kualitatif dan prosedurnya berbeda. Denis McQuail membuat dikotomi dalam riset analisis isi media yang terdiri dari dua tipe, yaitu: message content analysis dan structural analysis of texts. Analisis isi yang termasuk di dalam message content analysis memiliki karakter sebagai berikut: quantitative, fragmentary, systematic, generalizing, extensive, manifest meaning, dan objective. Sementara itu, structural analysis of texts, dimana semiotika termasuk di dalamnya, memiliki karakter sebagai berikut: qualitative, holistic, selective, illustrative, specific, latent meaning, dan relative to reader.</p>
<p>Analisis isi dapat digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi, baik surat kabar, berita radio, iklan televisi maupun semua bahan-bahan dokumentasi yang lain. Hampir semua disiplin ilmu sosial dapat menggunakan analisis isi sebagai teknik/metode penelitian. Holsti menunjukkan tiga bidang yang banyak mempergunakan analisis isi, yang besarnya hampir 75% dari keseluruhan studi empirik, yaitu penelitian sosioantropologis (27,7 persen), komunikasi umum (25,9%), dan ilmu politik (21,5%). Namun, analisis isi tidak dapat diberlakukan pada semua penelitian sosial. Analisis isi dapat dipergunakan jika memiliki syarat berikut.<br />
a. Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan-bahan yang terdokumentasi (buku, surat kabar, pita rekaman, naskah/manuscript).<br />
b. Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu yang menerangkan tentang dan sebagai metode pendekatan terhadap data tersebut.<br />
c. Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah bahan-bahan/data-data yang dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat sangat khas/spesifik.</p>
<p>Beberapa pembedaan antara analisis isi dengan metode penelitian yang lain:<br />
1. Analisis isi adalah sebuah metode yang tak mencolok (unobtrusive). Pemanggilan kembali informasi, pembuatan model (modelling), pemanfaatan catatan statistik, dan dalam kadar tertentu, etno-metodologi, punya andil dalam teknik penelitian yang non-reaktif atau tak mencolok ini.<br />
2. Analisis isi menerima bahan yang tidak terstruktur karena lebih leluasa memanfaatkan bahan tersebut dan ada sedikit kebebasan untuk mengolahnya dengan memanggil beberapa informasi.<br />
3. Analisis isi peka konteks sehingga dapat memproses bentuk-bentuk simbolik.<br />
4. Analisis isi dapat menghadapi sejumlah besar data.</p>
<p>Metode Content Analysis merupakan analisis ilmiah tentang isi pesan suatu komunikasi. Dalam hal ini, content analysis mencakup: klasifikasi tanda-tanda yang dipakai dalam komunikasi, menggunakan kriteria sebagai dasar klasifikasi, dan menggunakan teknik analisis tertentu sebagai pembuat prediksi[7]. Deskripsi yang diberikan para ahli sejak Janis (1949), Berelson (1952) sampai Lindzey dan Aronson (1968) yang dikutip Albert Widjaya dalam desertasinya (1982) tentang Content Analysis menampilkan tiga syarat, yaitu: objektivitas, dengan menggunakan prosedur serta aturan ilmiah; generalitas, dari setiap penemuan studi mempunyai relevansi teoritis tertentu; dan sistematis, seluruh proses penelitian sistematis dalam kategorisasi data.</p>
<p>Kelebihan Analisis Isi:<br />
a. Tidak dipakainya manusia sebagai objek penelitian sehingga analisis isi biasanya bersifat non-reaktif karena tidak ada orang yang diwawancarai, diminta mengisi kuesioner ataupun yang diminta datang ke laboratorium.<br />
b. Biaya yang dikeluarkan lebih murah dibandingkan dengan metode penelitian yang lain dan sumber data mudah diperoleh (misal di perpustakaan umum).<br />
c. Analisis isi dapat digunakan ketika penelitian survey tidak dapat dilakukan.</p>
<p>Kekurangan Analisis Isi:<br />
a. Kesulitan menentukan sumber data yang memuat pesan-pesan yang relevan dengan permasalahan penelitian.<br />
b. Analisis isi tidak dapat dipakai untuk menguji hubungan antar variabel, tidak dapat melihat sebab akibat hanya dapat menerima kecenderungan (harus dikombinasikan dengan metode penelitian lain jika ingin menunjukkan hubungan sebab akibat).</p>
<p>Sumber data yang dapat digunakan dalam analisis isi pun beragam. Pada prinsipnya, apapun yang tertulis dapat dijadikan sebagai data dan dapat diteliti dalam analisis isi. Sumber data yang utama adalah media massa, dapat pula coretan-coretan di dinding. Analisis isi juga dapat dilakukan dengan menghitung frekuensi pada level kata atau kalimat.</p>
<p>Analisis isi memiliki prosedur yang spesifik, yang agak berbeda dengan metode penelitian yang lain. Beberapa prosedur analisis isi yang biasa dilakukan adalah sebagai berikut:<br />
1. Perumusan Masalah: Analisis isi dimulai dengan rumusan masalah penelitian yang spesifik, misalnya bagaimana kualitas pemberitaan surat kabar di Indonesia?<br />
2. Pemilihan Media (Sumber Data): peneliti harus menentukan sumber data yang relevan dengan masalah penelitian. Suatu observasi yang mendalam terhadap perpustakaan dan berbagai media massa seringkali akan membantu penentuan sumber data yang relevan. Penentuan periode waktu dan jumlah media yang diteliti (sample), bila jumlahnya berlebihan, juga penting untuk ditentukan pada tahap ini.<br />
3. Definisi Operasional: definisi operasional ini berkaitan dengan unit analisis. Penentuan unit analisis dilakukan berdasarkan topik atau masalah riset yang telah ditentukan sebelumnya.<br />
4. Pelatihan Penyusunan Kode dan Mengecek Reliabilitas: kode dilakukan untuk mengenali ciri-ciri utama kategori. Idealnya, dua atau lebih coder sebaiknya meneliti secara terpisah dan reliabilitasnya dicek dengan cara membandingkan satu demi satu kategori.<br />
5. Analisis Data dan Penyusunan Laporan: data kuantitatif yang diperoleh dengan analisis isi dapat dianalisis dengan teknik statistik yang baku. Penulisan laporan dapat menggunakan format akademis yang cenderung baku dan menggunakan prosedur yang ketat atau dengan teknik pelaporan populer versi media massa atau buku. Data dianalisis juga dalam bentuk Coding Sheets.</p>
<p>Kesimpulan<br />
Analisis isi adalah salah satu jenis metode penelitian yang bersifat objektif, sistematis, dan kuantitatif serta berkait dengan isi manifest komunikasi. Dalam analisis isi, yang dibedah adalah pesan atau “message”nya. Studi analisis isi ini menekankan pada bahasa dan menghendaki adanya netralitas. Akan tetapi, sedikit kelemahan dari analisis isi ini adalah sangat berpengaruh pada subjektivitas peneliti.</p>
<p>Hal yang membuat metode analisis isi ini patut menjadi pilihan karena sangat efisien dari segi biaya, dan peneliti dapat menggunakan satu media massa sudah dinilai representatif asal media massa tersebut bisa menyampaikan isinya secara komprehensif. Di sisi lain, analisis isi tidak perlu menggunakan responden sehingga dapat menghemat biaya dan waktu, narasumber terkadang diperlukan untuk memperkuat pendapat semata. Panduan analisis isi ini adalah pada Coding Sheets.</p>
<p>Data yang dapat dipakai dalam analisis isi beraneka ragam asalkan terdapat data tertulis tetapi yang utama media massa. Di dalam Ilmu Administrasi Publik, sumber data dapat dipergunakan dengan menguji isi PerUndang-undangan atau suatu kebijakan tertentu. Bagaimana keberpihakan UU tersebut kepada pemerintah atau kepada masyarakat, dan sebagainya.</p>
<p>Tautan: <a href="http://menulisproposal.blogspot.com/2011/01/analisis-isi-content-analysis-dalam.html">Sumber Asli</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/analisis-isi-dalam-penelitian-media-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tags Claud Cerdas, Tingkatkan Popularitas Website Desa</title>
		<link>http://kombinasi.net/tags-claud-cerdas-tingkatkan-popularitas-website-desa/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/tags-claud-cerdas-tingkatkan-popularitas-website-desa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2012 10:24:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Portal]]></category>
		<category><![CDATA[media alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[portal desa]]></category>
		<category><![CDATA[Tags Claud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2557</guid>
		<description><![CDATA[Tags Clauds merupakan senjata para pengelola konten di dunia internet.Tags clouds terdiri dari dua kata, yaitu tags dan clouds.Clouds artinya awan, sedangkan tags bisa dimaknai sebagai tanda, kata kunci, atau kosakata terkendali yang ditambahkan pada kiriman tulisan(posting) untuk mewakili isi dari artikel yang dibuat. Jadi,Tags Clauds bisa bermakna kumpulan kosakata yang secara sengaja ditampilkan untuk merepresentasikan isi web yang wujud visualnya seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/tags-dermaji.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-2559" title="tags dermaji" src="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/tags-dermaji-295x300.png" alt="" width="295" height="300" /></a>Tags Clauds</em> merupakan senjata para pengelola konten di dunia internet.<em>Tags clouds</em> terdiri dari dua kata, yaitu<em> tags</em> dan clouds.<em>Clouds</em> artinya awan, sedangkan tags bisa dimaknai sebagai tanda, kata kunci, atau kosakata terkendali yang ditambahkan pada kiriman tulisan<em>(posting)</em> untuk mewakili isi dari artikel yang dibuat. Jadi,<em>Tags Clauds</em> bisa bermakna kumpulan kosakata yang secara sengaja ditampilkan untuk merepresentasikan isi web yang wujud visualnya seperti awan.<span id="more-2557"></span></p>
<p>Mengapa seperti awan? Kosakata-kosakata yang dipergunakan dalam setiap posting akan diakumulasi berdasarkan kesamaan kata. Koskata yang sering digunakan akan terlihat lebih tebal dan ukuran hurufnya makin besar. Sebaliknya, kosakata yang jarang digunakan akan tampak lebih kecil. Perbedaan ukuran huruf tersebut akhirnya membuat kumpulan tag menjadi terlihat seolah-olah seperti awan.</p>
<p>Karena<em> tags clouds</em> merupakan kumpulan penanda yang mewakili isi website, maka pembuatan tag tak dapat dilakukan secara sembarangan. Kita harus memahami isi tulisan atau konten yang akan kita unggah, lalu memilih kosakata-kosakata yang bisa mewakilinya. Ambil contoh website <a href="http://dermaji.or.id/">Desa Dermaji</a>menggunakan tags<em>: ajibarang, banyumas, Bayu Setyo Nugroho, bidan desa, citunggul, desa dermaji, desa membangun, donor darah, ekonomi desa, Heru Susanto, jurnalisme, kecamatan lumbir, lokakarya, musrenbangdes, musyawarah desa, pemerintah desa, penatah wayang, pendidikan usia dini, petani singkong, PKK Desa Dermaji, PMI, PNPM-MD, popdaseni, portal desa, posyandu, Puskesmas, Rotary Club, sdn 3 dermaji, sepakbola, SMP Satu Atap, tepung tapioka, Tim Gelora, Tim Kader, TP PKK Dermaji, dan usia dini.</em></p>
<p>Pada mesin <a href="http://wordpress.org/">WordPress</a> posisi<em> tags</em> ada di bawah kotak <em>posting</em>. Kosakata di atas dipilih oleh pengelola website Desa Dermaji untuk mewakili isi website desa itu. Cara kerja<em> tags</em> sangat sederhana. Pengunjung cukup mengklik salah satu kata dalam <em>tags clouds</em> yang menurutnya menarik. Selanjutnya, mesin pencari internal <em>(internal search engine)</em> akan memandunya menuju artikel-artikel yang mengandung kata yang diklik oleh pengunjung tadi. Misalnya, pengunjung ingin mencari tulisan yang memuat “<strong>lokakarya</strong>“, maka dia tinggal klik kosakata itu.</p>
<p><em>Tags</em> bisa berfungsi untuk mempertajam SEO<em> (search engine optimization)</em>website. Sebuah website yang baru dibuat biasanya tidak langsung dikenal oleh mesin pencari, seperti <a href="http://google.co.id/">Google.</a> Lewat bantuan<em> tags</em>, tulisan kita lebih cepat dikenali oleh mesin pencari. Menampilkan <em>tags clouds</em> dapat meningkatkan jumlah pengunjung menuju website Anda sehingga ranking kunjungan dan popularitas website Anda makin tinggi. Namun, <em>tags</em> bisa kita sembunyikan tanpa menghilangkan fungsi dasarnya.</p>
<p>Dari penjelasan di atas tag cloud memiliki sejumlah fungsi penting dalam pengelolaan website, yaitu (1) penggolongan isi website akan lebih terstruktur; (2) untuk mengetahui tingkat content yang terpopuler; (3) dapat meningkatkan traffic pengunjung website; (4) meningkatkan jumlah halaman terindex di search engine; dan (5) mempermudah website dikenali search engine.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/tags-claud-cerdas-tingkatkan-popularitas-website-desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Manajemen Pengetahuan di Ornop</title>
		<link>http://kombinasi.net/strategi-manajemen-pengetahuan-di-ornop/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/strategi-manajemen-pengetahuan-di-ornop/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2012 05:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yossy Suparyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2539</guid>
		<description><![CDATA[Sejak 1980an, para pelaku dunia usaha menyadari kunci penentu kemenangan dalam berkompetisi adalah berpikir kreatif dan bertindak kolektif. Persoalan yang dihadapi di era kekinian semakin rumit sehingga sangat mustahil bisa diselesaikan sendiri. Abad ini juga bukan era yang ramah bagi mereka yang sekadar berbekal kekuatan semata, kecerdasaan dan kreativitas sangat diperlukan.  Hal itu berlaku juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2555" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/aktivis-pemberdayaan-perempuan-yayasan-krida-paramita-ykp-surakarta.jpg"><img class="size-medium wp-image-2555" style="margin: 8px;" title="aktivis-pemberdayaan-perempuan-yayasan-krida-paramita-ykp-surakarta" src="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/aktivis-pemberdayaan-perempuan-yayasan-krida-paramita-ykp-surakarta-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a><p class="wp-caption-text">Pegiat YKP Surakarta</p></div>
<p>Sejak 1980an, para pelaku dunia usaha menyadari kunci penentu kemenangan dalam berkompetisi adalah berpikir kreatif dan bertindak kolektif. Persoalan yang dihadapi di era kekinian semakin rumit sehingga sangat mustahil bisa diselesaikan sendiri.<span id="more-2539"></span></p>
<p>Abad ini juga bukan era yang ramah bagi mereka yang sekadar berbekal kekuatan semata, kecerdasaan dan kreativitas sangat diperlukan.  Hal itu berlaku juga pada pada dunia nirlaba, khususnya organisasi nonpemerintah (ornop). Sejumlah ornop di Indonesia mulai risau dengan menurunnya jumlah lembaga donor dan besaran donasi yang menurun tajam. Meski ornop merupakan lembaga yang berteriak keras tentang kemandirian dan tolak ketergantungan, pada kenyataannya mereka merupakan lembaga yang paling rentan atas situasi ini. Selain itu,mereka masih harus bersaing dengan sesama ornop sehingga acapkali mereka memilih tindakan yang lebih pragmatis untuk bertahan hidup.</p>
<p>Salah satu terobosan penting yang patut dipertimbangan oleh ornop yang berada dalam situasi ini adalah mendayagunakan seluruh sumber daya yang mereka miliki, baik yang bersifat teraga <em>(tangible)</em> dan tidak teraga <em>(ingatible).</em> Sumber daya yang bersifat teraga bisa berupa gedung, finansial, perlengkapan perkantoran, dan infrastruktur fisik lainnya. Inventarisasi aset yang bersifat teraga relatif mudah dilakukan karena cukup mengandalkan catatan aset, buku kas, dan buku inventasisasi barang.</p>
<p>Sumber daya yang bersifat tidak teraga maujud dalam pengetahuan, pengalaman, dan kepercayaan para mitra atas mereka. Tak banyak lembaga yang mampu mengelola aset ini, karena mereka masih terbelenggu dengan cara pandang manajemen modern yang cenderung bergerak di kapitalisasi modal yang sifatnya teraga. Konsep ekonomi pengetahuan belum banyak diketahui oleh ornop, meski mereka banyak bergelut dalam urusan penyadaran, pengingkatan kemampuan, dan advokasi kebijakan publik.</p>
<p><strong>Manajemen Pengetahuan di Ornop</strong></p>
<p>Bagi ornop yang tengah menghadapi situasi “galau” di atas, Anda bisa melirik atau mempelajari tindakan yang diambil oleh Yayasan Krida Paramita (YKP) Surakarta. YKP merupakan ornop generasi pertama di Indonesia, lembaga ini didirikan pada 20 Mei 1989 oleh sekelompok orang yang memiliki minat pelayanan pada masyarakat melalui pengembangan sanitasi masyarakat. Program-program yang pernah mereka lakukan antara lain pengembangan sanitasi masyarakat, hubungan bank dengan kelompok swadaya masyarakat, promosi kesehatan terpadu, dan pengembangan ekonomi kerakyatan.</p>
<p>Tata kelola pengetahuan juga dapat dilakukan dengan cara melakukan analisis ulang pada pengetahuan yang dimiliki untuk disesuaikan dengan kondisi lembaga dan lingkungan terbaru. Tingkat pengolahan pengetahuan akan menunjukkan seberapa besar lembaga serius menghadapi dan menjawab pelbagai tantangan yang dihadapi.</p>
<p>Salah satu cara untuk mengecek pengelolaan pengetahuan yang dilakukan oleh Ornop bisa melalui peneraan individu para pegiatnya. Strategi ini dilakukan oleh YKP Surakarta dengan menghadirkan dukungan dari luar. Setiap pegiat menjelaskan capaian-capaian kerja pada bidang-bidang pekerjaan mereka. Sebagai contoh,YKP Surakarta memilih empat bidang utama yang mereka geluti, yaitu (1) pengorganisasian masyarakat, (2) penanganan kekerasan terhadap perempuan atau crisis center, (3) advokasi kebijakan publik, dan (4) pengembangan ekonomi perempuan.</p>
<div id="attachment_711">
<p><a href="http://pelosokdesa.files.wordpress.com/2012/03/kartu-meta-peneraan-individu-pegiat-ykp-surakarta.jpg"><img title="kartu meta peneraan individu pegiat ykp surakarta" src="http://pelosokdesa.files.wordpress.com/2012/03/kartu-meta-peneraan-individu-pegiat-ykp-surakarta.jpg?w=480&amp;h=312" alt="" width="480" height="312" /></a>Hasil peneraan individu pegiat YKP Surakarta</p>
</div>
<p>Peneraan individu bisa dilakukan dengan strategi metaplan, di mana setiap pegiat menuliskan pendapatnya di kartu-kartu meta. Setelah itu, setiap individu menjelaskan pendapatnya secara bergiliran. Setelah itu, fasilitator bisa mengambil kata-kata kunci atau pernyataan untuk menyimpulkan proses itu.</p>
<div id="attachment_714">
<p><a href="http://pelosokdesa.files.wordpress.com/2012/03/mesin-pencari.png"><img title="mesin pencari" src="http://pelosokdesa.files.wordpress.com/2012/03/mesin-pencari.png?w=480&amp;h=257" alt="" width="480" height="257" /></a>Pemanfaatan Mesin Pencari di Internet</p>
</div>
<p>Tahap selanjutnya, peserta diajak untuk melakukan verifikasi atas hasil di atas. Caranya, peserta diajak untuk menggunakan fasilitas mesin mesin pencari di dunia  internet, misalnya Google, Yahoo, dan lainnya. Lalu, peserta diajak mengecek nama organisasi mereka di mesin pencari, misalnya ketik: Yayasan Krida Paramita</p>
<div id="attachment_716">
<p><a href="http://pelosokdesa.files.wordpress.com/2012/03/hasil-pencarian.png"><img title="hasil pencarian" src="http://pelosokdesa.files.wordpress.com/2012/03/hasil-pencarian.png?w=480&amp;h=429" alt="" width="480" height="429" /></a>Halaman pertama hasil pencarian Google</p>
</div>
<p>Setelah melihat hasil pencarian Google, tanyakan apakah klaim-klaim kinerja mereka sudah muncul atau belum. Apakah tautan yang diberikan oleh mesin pencari sudah menampilkan citra lembaga yang mereka bayangkan? Ajak peserta menyelidiki faktor-faktor penyebab hal itu terjadi.</p>
<p>Untuk menajamkan isu, kita bisa menggunakan teknik Boolean Logic untuk melakukan kombnasi pencarian. Boolen Logic terdiri dari AND, OR, NOT. Gunakan tanda petik (“bla bla”) untuk menyatukan kosakata pencarian yang terdiri lebih dari satu kata. Misalnya, “Yayasan Krida Paramita” + “ekonomi perempuan”. Hasilnya bisa dilihat seperti gambar di bawah ini.</p>
<p><a href="http://pelosokdesa.files.wordpress.com/2012/03/ekonomi-perempuan.png"><img title="ekonomi perempuan" src="http://pelosokdesa.files.wordpress.com/2012/03/ekonomi-perempuan.png?w=480&amp;h=428" alt="" width="480" height="428" /></a></p>
<p>Dari teknik di atas kita bisa menggambarkan dinamika pengetahuan yang dikelola oleh YKP Surakarta. Ilmu yang mengkaji urusan tersebut namanya manajemen pengetahuan (knowledge management). Manajemen pengetahuan adalah sebuah proses untuk menciptakan, mengelola, dan mengaplikasikan pengetahuan demi tumbuhnya parade inovasi.</p>
<p>Dalam kajian manajemen pengetahuan, kita bisa mengklasifikasikan pengetahuan dalam dua jenis, yaitu pengetahuan tacit (tacit knowledge) dan pengetahuan eksplisit (explicit knowledge). Pengetahuan tacit adalah jenis pengetahuan yang relatif lebih sulit dijabarkan dengan rangkaian kata-kata. Seringkali pengetahuan yang amat mendalam dan menempel dalam otak seseorang tidak terlalu mudah untuk ditiru. Pengetahuan eksplisit merupakan pengetahuan yang telah dijabarkan dalam rangkaian kata-kata atau formula dan langsung dapat ditransfer secara lengkap kepada orang lain.</p>
<p>Tugas manajemen pengetahuan adalah memastikan kedua jenis pengetahuan itu, baik yang bersifat eksplisit maupun tacit, dapat dipelihara, terus dikembangkan, dan kemudian diterapkan untuk menghasilkan performa kerja yang unggul. Seseorang atau organisasi yang berhasil menerapkan manajemen pengetahuan biasanya mampu melenggang menuju jalan kemenangan. Sebaliknya, organisasi yang lamban dalam mengakuisisi pengetahuan mutakhir acapkali tergelincir dalam tebing kekalahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/strategi-manajemen-pengetahuan-di-ornop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID) untuk Perencanaan Pembangunan Desa Lestari</title>
		<link>http://kombinasi.net/pemanfaatan-sistem-informasi-desa-sid-untuk-perencanaan-pembangunan-desa-lestari/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/pemanfaatan-sistem-informasi-desa-sid-untuk-perencanaan-pembangunan-desa-lestari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 03:39:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2535</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah tidak pernah memungkiri bahwa data merupakan bahan pokok bagi perencanaan program pembangunan. Jika data lemah maka perencanaan tidak akan tepat. Lemahnya kualitas data, lemahnya keakuratan data, dan penyediaan yang tidak tepat waktu menjadi permasalahan yang sering terjadi di jajaran institusi pemerintahan. Makalah selengkapanya bisa diunduh di sini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah tidak pernah memungkiri bahwa data merupakan bahan pokok bagi perencanaan program pembangunan. Jika data lemah maka perencanaan tidak akan tepat. Lemahnya kualitas data, lemahnya keakuratan data, dan penyediaan yang tidak tepat waktu menjadi permasalahan yang sering terjadi di jajaran institusi pemerintahan. <span id="more-2535"></span></p>
<p>Makalah selengkapanya bisa diunduh <a href="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/SID-Perjalanan-Gagasan-Pengembangan-dan-Pemanfaatan-2012.pdf">di sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/pemanfaatan-sistem-informasi-desa-sid-untuk-perencanaan-pembangunan-desa-lestari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar pada Desa untuk Kemandirian Teknologi</title>
		<link>http://kombinasi.net/belajar-pada-desa-untuk-kemandirian-teknologi/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/belajar-pada-desa-untuk-kemandirian-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 04:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yossy Suparyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[desa membangun]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[TIK perdesaan]]></category>
		<category><![CDATA[yossy suparyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2494</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis sumber terbuka (open source) telah menembus dunia perdesaan. Keberadaan teknologi ini menjadi titik kebangkitan desa dalam dunia teknologi dan informasi. Sejumlah desa, seperti Desa Mandalamekar dan Desa Melung, secara terbuka mengibarkan gerakan migrasi ke open source. Pada pertengahan Maret 2011, Desa Mandalamekar, Tasikmalaya, mencanangkan gerakan Mandalamekar Go Open [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/bjkoj.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2562" title="bjkoj" src="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/bjkoj-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis sumber terbuka (open source) telah menembus dunia perdesaan. Keberadaan teknologi ini menjadi titik kebangkitan desa dalam dunia teknologi dan informasi. Sejumlah desa, seperti Desa Mandalamekar dan Desa Melung, secara terbuka mengibarkan gerakan migrasi ke open source. <span id="more-2494"></span></p>
<p>Pada pertengahan Maret 2011, Desa Mandalamekar, Tasikmalaya, mencanangkan gerakan Mandalamekar Go Open Source (MGOS). Gerakan ini ditandai dengan pemanfaatan sistem operasi BlankOn di seluruh komputer di desa tersebut, terutama kantor desa, studio radio komunitas, dan komputer-komputer pribadi milik warga. Pada 11 November 2011, Desa Melung, Banyumas mengikuti langkah yang diambil oleh Mandalamekar, bahkan karena desa ini memiliki infrastuktur dan sumber daya manusia yang cukup mendukung, mereka mampu melangkah lebih cepat dibanding pendahulunya. Gerakan ini diikuti oleh puluhan desa lainnya di Sukabumi, Cilacap, Tasikmalaya, Banyumas, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.</p>
<p>Kondisi berbeda terjadi di dunia pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten. Gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) yang dipelopori oleh lima kementerian sudah mulai rontok. Ironisnya, Kementerian Pendidikan Nasional sebagai pelopor IGOS justru berbalik arah dengan menandatangani kesepakatan dengan Microsoft. Ibarat pepatah, pemerintah tak malu menelan air ludah sendiri. Alih-alih menjadi suri tauladan, mereka justru menjadi bagian dari akar permasalahan kemandirian teknologi di Indonesia.</p>
<p>Mengapa bisa penerapan TIK berbasis open source berkembang cepat di dunia perdesaan? Salah satu kunci keberhasilan pengembangan piranti lunak sumber terbuka di dunia perdesaan adalah komunalisme. Dunia perdesaan digerakkan oleh jalinan kekerabatan yang kuat, termasuk dalam pengelolaan sumber daya. Hal itu tampak dalam pemanfaatan sumber daya secara kolektif, misalnya seorang warga bisa meminjamkan cangkul, ember, sepeda, tak terkecuali mebeler pada tetangganya. Warga desa percaya dalam hak kepemilikan selalu diikuti oleh hak sosial. Pandangan inilah yang melahirkan semangat gotong-royong.</p>
<p>Perkembangan piranti lunak sumber terbuka juga ditentukan oleh semangat komunalisme dan kolektivitas. Sistem dikembangkan secara bersama-sama oleh para penggunanya sendiri. Mereka saling berbagi catatan, baik saat menemui kelemahan sistem (bugs) maupun persoalan kenyamanan saat menggunakannya. Cara kerja inilah yang membuat sejumlah piranti lunak open source, seperti Mozilla Firefox, Libre Office, Filezilla, Chrome, dan WordPress melejit melampaui piranti-piranti lunak sumber tertutup dan berbayar.</p>
<p>Tradisi di atas mulai terasa di Desa Mandalamekar dan Desa Melung yang menerapkan piranti lunak sumber terbuka. Setelah menggunakan sistem operasi BlankOn, Desa Mandalamekar mulai melirik untuk mengembangkan sistem itu dalam bahasa Sunda. Hal serupa dilakukan oleh Desa Melung, mereka mulai melakukan alihbahasa dalam Bahasa Banyumas. Hal ini mustahil dilakukan bila mereka menggunakan sistem yang berbasis tertutup. Alih-alih bisa mempelajari kode sistem, mereka justru bisa diseret ke penjara karena dianggap melanggar hak cipta.</p>
<p>Fenomena menarik lainnya terlihat dari perbaikan tata kelola layanan dan pemerintahaan yang makin yahud. Mereka bisa menggunakan sistem pendukung tata kelola layanan yang sangat secara cuma-cuma. Dua desa di atas telah menerapkan sistem pemerintahan elektronik (e-government) tanpa mengeluarkan dana yang besar, bahkan penerapan pemerintahan elektronik menjadi strategi penghematan anggaran belanja desa. Kondisi ini jauh bertolak belakang dengan penerapan e-government yang diusung oleh pemerintah kabupaten, provinsi, maupun nasional yang menelan dana hingga milyaran rupiah.</p>
<p>Dampak lain penerapan TIK di perdesaan yaitu membiasakan warga untuk menulis. Warga membuat tulisan atau berita tentang desa untuk ditayangkan di website. Kebiasaan ini menunjang sistem administrasi perkantoran dan upaya mengurangi kebutuhan penggunaan kertas (paperless). Mereka mulai terbiasa mengirim undangan, cukup menggunakan email (surat elektronika) yang menghemat penggunan kertas, juga mempercepat waktu pengiriman dan penghematan anggaran.</p>
<p>Bagi Budi Satrio, Kepala Desa Melung, kebiasaan menggunakan kertas berarti akan berakibat pada peningkatan penebangan kayu yang merupakan bahan baku pembuatan kertas sehingga dapat berpengaruh pada keseimbangan lingkungan. Saat lingkungan rusak, masyarakat desa yang menerima dampaknya secara langsung. Tak berlebihan bila gerakan pemanfaatan TIK di dunia perdesaan mampu menyinergikan gerakan kemandirian teknologi, pelestarian lingkungan, dan pengembangan ekonomi desa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/belajar-pada-desa-untuk-kemandirian-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menang Karena Pandai Bukan Karena Berkuasa</title>
		<link>http://kombinasi.net/menang-karena-pandai-bukan-karena-berkuasa/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/menang-karena-pandai-bukan-karena-berkuasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 13:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2486</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi Informasi (TI) alat bantu yang sangat efektif bagi seseorang, sebuah institusi atau sebuah negara – jika mereka bertumpu pada kekuatan otaknya dan bukan pada kekuasaan, jabatan, kekayaan, kekuatan otot semata. Dengan kurang dari 5% rakyat berpendidikan tinggi, sulit bangsa kita untuk menang berkompetisi di era globalisasi yang berbasis informasi dan pengetahuan; walaupun dibantu oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2488" class="wp-caption alignleft" style="width: 246px"><a href="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/jpgonno.jpg"><img class="size-full wp-image-2488" title="jpgonno" src="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/jpgonno.jpg" alt="" width="236" height="261" /></a><p class="wp-caption-text">Onno W Purbo</p></div>
<p>Teknologi Informasi (TI) alat bantu yang sangat efektif bagi seseorang, sebuah institusi atau sebuah negara – jika mereka bertumpu pada kekuatan otaknya dan bukan pada kekuasaan, jabatan, kekayaan, kekuatan otot semata. Dengan kurang dari 5% rakyat  berpendidikan tinggi, sulit bangsa kita untuk menang berkompetisi di era globalisasi yang berbasis informasi dan pengetahuan; walaupun dibantu oleh komputer secanggih apapun.<span id="more-2486"></span></p>
<p>Dalam kebijakan nasional, Teknologi Informasi (TI) menjadi kunci dalam dua (2) hal &#8211; efisiensi proses dan memenangkan kompetisi. Andaikan Gus Dur mau berkata, “Urusan KTP, perijinan, surat tanah harus dapat selesai dalam waktu 15 menit, tanpa perantara dan transparan” sebuah parameter kontrol efisiensi proses yang ekstrim. Alat bantu TI akan mendorong e-Government dan efisiensi proses. Sialnya, alat bantu TI tidak ada artinya kalau kualitas dan budaya SDM di belakang-nya kurang baik. Political will Gus Dur dan Yahya Muhaimin untuk menyatakan “40% tenaga kerja harus berpendidikan tinggi” secara taktis diimplementasikan dengan “Memasukan TI sebagai kurikulum wajib sejak Sekolah Dasar SD” menjadi dasar memperkuat otak bangsa dan memenangkan kompetisi di era globalisasi. Infrastruktur akses ke dunia informasi kunci keberhasilan implementasi pernyataan politik di atas. Semua jadi bagian integral Gerakan Nasional Telematika (genetika@yahoogroups.com) yang dicanangkan Luhut dan Hikam akhir Januari 2001 lalu.</p>
<p><strong>Sistem Operasi Linux Berbahasa Indonesia</strong></p>
<p>Teknologi Informasi (TI) berbahasa Indonesia sempat disentil oleh Gus Dur. Pernyataan Gus Dur sudah basi bagi kami yang memakai sistem operasi Linux. Tanpa diminta beberapa aktivis Linux berjibaku mengembangkan TI berbahasa Indonesia. Mereka terutama di motori I Made Wiryana dan kakaknya Wayan dari Trustix http://www.trustix.co.id. Trustix Merdeka (http://merdeka.trustix.co.id) adalah Linux karya Trustix untuk bangsa Indonesia &amp; berbahasa Indonesia pula. CD Trustix Merdeka dibahas &amp; disebarkan gratis di majalah InfoLinux (http://www.infolinux.co.id) edisi Februari 2001. InfoLinux digerakan oleh komunitas Linux berpemegang saham 50 orang.</p>
<p>Selain Made dan Wayan, banyak aktivis Linux Indonesia yang berkiprah untuk negeri ini, misalnya aktivis yang tergabung di Linux Documentation Project LDP menerjemahkan berbagai naskah dan dokumentasi seperti HOW TO ke bahasa Indonesia. Aktivitas  Pengguna Linux Indonesia (KPLI) bisa dibaca di http://www.linux.or.id. Team Pandu http://pandu.dhs.org dengan gigih mensosialisasikan Linux berbentuk naskah, tulisan dan buku berbahasa Indonesia dan disebarkan gratis. Sebagian besar istilah TI sudah di Indonesia-kan sejak tiga (3) tahun lalu oleh Pusat Bahasa yang berlokasi di sekitar Rawamangun, Jakarta.</p>
<p>Linux menarik bagi WARNET, karena memungkinkan penggunaan komputer tua 286, 386 dan 486 sebagai terminal murah tanpa disket dan hard disk untuk akses Internet seperti dilakukan Umar@pointer.web.id di Warnet Pointer di Medan. Linux memungkinkan server, peralatan komunikasi tanpa kabel dibuat sendiri di Indonesia seperti dilakukan oleh teman-teman WARNET di Makasar, Medan, Bandung, Malang, Yogya dan lain-lain.</p>
<p>Linux fenomena luar biasa, seperti desa mengepung kota – kaum lemah, bersatu saling tolong mengembangkan perangkat lunak Linux, semua program (source code) dibuka dan disebarkan secara gratis melepaskan hak ciptanya untuk kepentingan publik sehingga semua orang bisa belajar karena tidak ditutupi, sebuah pengorbanan yang luar biasa. Linux legal digunakan secara gratis, tidak membajak software &#8211; predikat memalukan yang melekat di bangsa Indonesia sebagai 10 negara pembajak soft ware terbesar di dunia – tidak perlu disandang oleh bangsa ini jika Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) ditegakan secara benar oleh aparat, sweeping &amp; bersihkan pembajak software Microsoft. Bagi yang tak mampu membeli Microsoft, Linux yang gratis tidak membajak menjadi alternatif pilihan yang legal, disertai program terbuka dan berbahasa Indonesia pula.</p>
<p><strong>Akses ke dunia Informasi dan Pengetahuan</strong></p>
<p>Akses ke dunia informasi dan pengetahuan menjadi rintangan real maupun psychologis. Secara psychologis, banyak guru, kepala sekolah &amp; yayasan memperoleh persepsi bahwa Internet, komputer adalah mahal dan merusak ahlak. Banyak guru kurang berminat pada hal baru seperti komputer. Tak terpikirkan hal positif dari benda-benda tersebut, seperti pisau – komputer &amp; Internet bisa bermata dua.</p>
<p>Konsep Warung Internet (WARNET) yang diimplementasi di SMK oleh DIKMENJUR (dikmenjur@yahoogroups.com) membuktikan keberhasilan mengintegrasikan 400+ SMK di seluruh Indonesia sebagian secara swadaya masyarakat. Siswa menanggung beban sangat rendah Rp 1000 /siswa/bulan untuk akses e-mail Internet seperti di SMKN1 Ciamis. Artinya teknologi informasi &amp; akses Internet dapat menjadi fasilitas swadana di sekolah. Investasi fasilitas Rp 20-50 juta / sekolah bisa kembali dari iuran siswanya sendiri dalam waktu 1-1.5 tahun saja. Pendidikan jarak jauh menjadi mungkin, jaringan 20+ perpustakaan digital telah berkembang oleh Indonesia Digital Library Network http://idln.itb.ac.id &amp; Indonesia CyberLibrary Network i_c_s@yahoogroups.com. Pemerataan pengetahuan, pemenuhan hak asasi manusia untuk berkomunikasi &amp; berperan di dunia informasi seperti di tuangkan dalam TAP MPR XVII/MPR/1998 dipenuhi tanpa perlu berhutang pada Bank Dunia, ADB &amp; IMF.</p>
<p>Dunia pendidikan paling strategis karena masa depan bangsa di tentukan oleh anak bangsa yang pandai bukan yang berotot &amp; berkuasa. Massa orang pandai dan menggunakan Internet pada hari ini hanya 2 juta orang (menurut APJII). Dengan kekuatan 1% saja, Indonesia akan dilibas oleh negara tetangga di era globalisasi. Strategi sederhana harus di galakan, jumlah SMU, SMK, Pesantren, PTS di seluruh Indonesia hanya sekitar 25.000 buah. Dephub POSTEL harus berani mengambil inisiatif kebijakan untuk memaksa mekanisme Universal Service Obligation (USO) untuk mengorbankan 25.000 saluran telepon dari 10 juta total saluran yang ada untuk memandaikan anak bangsa. Di samping, membebaskan frekuensi ISM band 2.4GHz &amp; 5.8GHz. Jika di tunjang kemudahan dari INDAG, Bea Cukai, PMA, Pajak dll. Bukan mustahil lima (5) tahun lagi kita melihat 20 juta (10%) bangsa ini menjadi pandai &amp; harus diperhitungkan oleh masyarakat internasional dalam kompetisi era globalisasi.</p>
<p>Perjuangan di akses Internet terutama akan bertabrakan dengan Telkom &amp; KSO-nya serta pengatur frekuensi di negara ini. KSO Telkom secara semena-mena telah menaikan biaya langganan menerima telepon (dial-in) menjadi Rp. 300.000 / bulan (dari Rp. 30.000 / bulan) bagi ISP di Bali, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra tanpa persetujuan Pemerintah &amp; DPR. Hal ini akan mematikan akses informasi &amp; pengetahuan bagi sebagian bangsa ini.</p>
<p>Konsekuensinya, beberapa rekan di Koperasi Warnet Bandung (KOWABA), Asosiasi Warnet Surabaya, Jogya, Malang &amp; kota lain yang kreatif melalui asosiasi-warnet@yahoogroups.com  bahu membahu bekerjasama membangun WARNET Broadband karena sangat sulit &amp; mahal sekali menyewa leased line broadband ISDN maupun DSL 1-2Mbps dari Telkom. KOWABA (kowaba@yahoogroups.com) dimotori aktifis WARNET seperti Aday &amp; Zilmy merupakan contoh sukses keberhasilan implementasi WARNET Broadband (asosiasi-warnet-broadband@yahoogroups.com) tanpa tergantung sama sekali kepada Telkom, beberapa puluh WARNET di Bandung bersatu &amp; bekerjasama menyamakan tarif dan menyewa bandwidth ke Internet 1Mbps 1:1 melalui satelit, kemudian di distribusikan menggunakan peralatan microwave 2.4GHz buatan sendiri. Iuran sebesar Rp. 4-5.5 juta/warnet/bulan sangat murah untuk kecepatan total satu (1) Mbps 1:1 &amp; kompetitif dibandingkan sewa akses 64 Kbps 1:4 melalui Telkom &amp; ISP seharga Rp. 8-10 juta/bulan/warnet. Tunjangan broadband ISP seperti Melesat, PesatNet, 88Direct, TurboNet, Rainbow2u memarakan suasana. WARNET broadband memungkinkan membuat jaringan masyarakat tanpa tergantung sama sekali Telkom maupun utangan Bank Dunia, ADB &amp; IMF. Penghasilan WARNET naik dari rata-rata Rp. 200.000 / hari menjadi sekitar Rp. 1 juta / hari setelah menjadi WARNET broadband, sebab pelanggan mendapat kualitas baik.</p>
<p>Akses microwave 2.4GHz &amp; 5.8GHz ISM band sebagai secondary service menjadi solusi utama akses Internet broadband 2-11Mbps di Indonesia. Di Bandung saja paling tidak ada 100-an WARNET yang menggunakan akses microwave. Sesuai peraturan International Telecommunication Union (ITU) S5 peralatan di 2.4GHz &amp; 5.8GHz tahan interferensi &amp; tidak menghasilkan interferensi di luar band tsb. karena kecil-nya daya. Konsekuensinya, di banyak negara, Peralatan ISM band secondary service dibebaskan dari ijin pada peralatan instrumentasi, kedokteran, sains, kamera digital, handphone, komputer &amp; berbagai peralatan telekomnunikasi data. Peralatan ISM band umumnya di produksi massal dengan teknologi gigi biru (bluetooth) yang murah &amp; berdaya kecil.</p>
<p>Walaupun di banyak negara di bebaskan &#8211; tampaknya perjuangan masih panjang bagi rakyat Indonesia, karena bagian pengatur frekuensi di DITJEN POSTEL sedang berusaha untuk mengharuskan ijin bagi penggunaan ISM Band secondary service tsb. Mungkin kurang pemahaman aparat POSTEL akan kondisi lapangan, atau karena permintaan 2.4GHz oleh Telkom seperti diakui D. Amarudien, Vice President Telkom &#8211;  menyebabkan kebijakan yang kurang berpihak pada masyarakat banyak. Padahal, ISM band merupakan solusi alternatif sebagian besar WARNET, sekolah, institusi dll. yang kesulitan memperoleh saluran Telkom &amp; sering kali mahal. Selain itu, sulit meregulasi produksi massal seperti peralatan ISM band. Sialnya, prosedur birokrasi yang dibuat-buat justru akan menghambat kreatifitas &amp; perkembangan dunia telematika Indonesia sendiri. Akhirnya berdampak mematikan akses bagi masyarakat Indonesia ke dunia informasi &amp; pengetahuan yang pada dasarnya melanggar HAM yang tertera di TAP MPR XVII/MPR/1998. Dalam bahasa religius, untuk membesarkan sebuah bangsa Zakat, Infaq &amp; Shadaqah merupakan bagian integral dari proses pensejahteraan. Alangkah indahnya bila sebagian komoditi bisa di-Infaq-kan untuk mensejahterakan umat.</p>
<p><strong>Fenomena Dotcom</strong></p>
<p>Dengan berkembangnya akses &amp; massa pengguna Internet di Indonesia, memicu perkembangan usaha di atas Internet yang kita kenal sebagai dotcom.</p>
<p>Kehancuran dotcom di awal tahun 2000 menjadi pelajaran bagi banyak dotcommers di  dunia. Model bisnis yang baik mengurangi kebakaran modal yang selama ini menjadi ciri banyak dotcommers. Dengan model bisnis yang tepat &amp; baik, beberapa dotcom Indonesia ternyata bisa survive dan terus berkiprah dengan baik. Detik.com dan Kompas.com merupakan contoh sukses bagi banyak dotcommers Indonesia. Media online memang menjadi primadona model dotcommers yang sukses di banyak negara.</p>
<p>Tentunya masih banyak dotcommers yang juga bisa survive di Indonesia dengan fokus usaha yang tajam. Indosatcom www.dagang2000.com bekerjasama dengan www.meetchina.com memfokuskan pada fasilitasi perdagangan elektronik B2B (bukan B2C seperti kebanyakan dotcommers). Pola hybrid antara perdagangan secara real / fisik di satukan dengan dunia cyber menjadikan konvergensi dagang yang sempurna. LippoShop.com berbeda dengan dagang2000.com, mereka memfokuskan lebih kepada B2C dengan start awal captive market Lippo yang sudah ada. Pola hybrid juga dilakukan yang ternyata menunjukan bahwa ~90% transaksi melalui metoda konvensional bukan Internet demikian diakui oleh Parapak salah seorang Komisaris LippoNet. APEC pada saat ini sangat aktif menginternetisasi  negara APEC. E-commerce adalah salah satu yang paling gencar dengan adanya APEC High Level Symposium on E-Commerce and Paperless Trading di Beijing 9-10 February 2001.</p>
<p>Komunitas yang fokus menjadi karakter utama model bisnis dotcommers sukses. RadioClick.com  bermitra dengan stasiun radio swasta di berbagai kota &amp; menggarap komunitas di radio tsb. Pemberdayaan keberadaan komunitas menjadikan usaha win-win antara dotcommers dengan komunitasnya. Natnit.net menggarap komunitas WARNET di seluruh Indonesia, melalui majalahnya interaksi dilakukan. Data lengkap 1200+ WARNET yang bertambah 4-10 WARNET / hari dapat dilihat di Natnit.net. IndoExchange.com salah satu portal tertua Indonesia contoh sebuah dotcom yang fokus pada masyarakat industri finansial / bursa. Informasi keuangan, berita bisnis, index saham, portfolio berbagai perusahaan menjadi secara transparan sehingga menarik pemain bursa berlangganan ke IndoExchange.com. Bagi para traveller, turis akan sangat terpikat pada BaliOnLine indo.com. Mereka contoh beberapa dotcommers Indonesia yang sukses berkiprah di komunitasnya.</p>
<p>Keberhasilan para dotcommers menarik banyak usaha pendukungnya. Internet Data Center (biz.net.id) membuka peluang untuk menyimpan data dalam jumlah besar dan murah di Internet. Usaha mendata dotcommers dilakukan oleh beberapa portal seperti indopage.com, searchindonesia.com &amp; bluebookdirectory.com.</p>
<p>Keahlian Web programmer &amp; teknisi jaringan Internet amat dicari. Memang kebanyakan ilmu Internet dapat dipelajari sendiri di Internet melalui mailing list, web, manual perangkat lunak. Sialnya, kesempatan itu masih sangat terbatas bagi dua (2) juta orang Indonesia saja. Dukungan berbagai media cetak, seperti Chip, Infokomputer, NeoTek, PCPlus, DotCom, DotNet dll. sangat bermanfaat. Alangkah baiknya inisiatif seperti SMK plus TI (smk-ti@yahoogroups.com) yang di motori DIKMENJUR dapat dikembangkan ke jenjang sekolah lainnya baik SMP &amp; SMU. Sekolah Tinggi Informatika (STMIK dll) tampaknya menjadi tumpuan untuk supply SDM TI. Mereka sering kali lebih siap pakai dibandingkan PTN untuk mensupply kelangkaan tenaga TI yang banyak di isi orang asing khususnya India.</p>
<p><strong>Internet Telepon</strong></p>
<p>Harus kita akui bahwa sebagian besar rakyat Indonesia masih berpendidikan rendah. Dalam kondisi masyarakat demikian, komunikasi verbal (suara) menjadi sangat dominan dibandingkan dengan komunikasi tertulis.</p>
<p>Teknologi Internet telepon (VoIP) di akui dapat mereduksi tarif SLJJ &amp; SLI menjadi 1/8 s/d 1/10 dari tarif telekomunikasi yang ada sekarang. Internet Telepon menjadi solusi alternatif yang sangat menarik bagi sebagian besar rakyat Indonesia yang tidak mampu membayar tarif SLJJ &amp; SLI yang mahal.</p>
<p>Alhamdullillah, tampaknya ada kesepakatan persepsi bahwa Internet Telepon (VoIP) melalui komputer tidak memerlukan ijin. Sedang, jasa VoIP komersial melalui jaringan telepon Telkom tetap harus memohon ijin lisensi dari POSTEL. Yang termasuk dibebaskan dari ijin adalah VoIP melalui komputer yang tersambung ke Internet, komputer di WARNET, komputer di kompleks perkantoran, bahkan jika kreatif dan di kembangkan terus bukan mustahil akan dapat berkembang menjadi internet telepon untuk RT/RW-net, kecamatan dsb. karena teknologi-nya sangat memungkinkan untuk dikembangkan dengan sangat murah dengan investasi US$100/saluran lebih murah dari Telkom yang US$1000/saluran.</p>
<p>Umumnya komputer multimedia dengan soundcard siap untuk internet telepon yang sah &amp; tanpa perlu ijin. Untuk memperbaiki kualitas suara, biasanya ditambahkan peralatan pemroses sinyal (Digital Signal Processing – DSP) berupa kartu antarmuka atau alat tambahan. Kartu / alat tambahan ini berkisar antara US$50-99 per buah. Yang paling murah adalah VoIP blaster dari Creative http://www.creative.com yang dapat dihubungkan ke kanal USB di PC. Review berbagai peralatan VoIP ada di http://www.pulver.com/gateway/.</p>
<p><strong>Akhirnya</strong></p>
<p>Teknologi Informasi (TI) seperti juga teknologi lainya merupakan alat bantu manusia untuk mencapai tujuan. Manusia dengan kekuatan otaknya yang akan menentukan kesejahteraan bangsa ini, pendidikan menjadi kunci utamanya – bukan kekuasaan dan kekuatan.</p>
<p><em>Onno W. Purbo, Penulis TI Independen</em></p>
<p>Sumber: http://onno.vlsm.org/v09/&#8230;/teknologi-informasi-di-indonesia-01-2001.rtf</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/menang-karena-pandai-bukan-karena-berkuasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Cara Promosi di Situs Jejaring Sosial</title>
		<link>http://kombinasi.net/tiga-cara-promosi-di-situs-jejaring-sosial/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/tiga-cara-promosi-di-situs-jejaring-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 06:06:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yossy Suparyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Portal]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[promosi produk]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2482</guid>
		<description><![CDATA[Facebook dan Twitter menjadi dua situs jejaring sosial yang paling populer. Pada 2012, di Indonesia ada 43,06 juta pengguna Facebook atau menempati ranking 3 di dunia. Pengguna Twitter ada 19,5 juta sehingga menjadi ranking 1 di Asia. Hal itu menunjukkan jejaring sosial menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini. Sebagian besar penguna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2484" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/facebook-twitter-linkedin-300x250.jpg"><img class="size-full wp-image-2484" title="facebook-twitter-linkedin-300x250" src="http://kombinasi.net/wp-content/uploads/facebook-twitter-linkedin-300x250.jpg" alt="" width="300" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">Promosi di Jejaring Sosial</p></div>
<p>Facebook dan Twitter menjadi dua situs jejaring sosial yang paling populer. Pada 2012, di Indonesia ada 43,06 juta pengguna Facebook atau menempati ranking 3 di dunia. Pengguna Twitter ada 19,5 juta sehingga menjadi ranking 1 di Asia. Hal itu menunjukkan jejaring sosial menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini. <span id="more-2482"></span></p>
<p>Sebagian besar penguna Facebook maupun Twitter memanfaatkan dunia jejaring sosial sebagai media untuk bersosialisasi di dunia maya. Ada yang mencari teman, berbincang dengan kawan lama, dan menyebarluaskan informasi. Namun, ada sebagian kecil yang menggunakan kedua media ini untuk berbisnis online, minimal sekadar untuk promosi.</p>
<p>Aktivitas marketing melalui jejaring sosial mungkin dilakukan bila Anda memiliki banyak teman di Facebook atau memiliki banyak follower di Twitter. Sebaliknya, bila Anda hanya memiliki sedikit banyak teman maka target promosi Anda tentu saja terbatas.</p>
<p>Lantas, bagaimana cara berpromosi melalui Facebook dan Twitter? Ada beberapa cara yang bisa digunakan:</p>
<p><strong>1. Promosikan produk kita miliki dengan menulis status di Facebook atau Twitter</strong></p>
<p>Ini merupakan cara yang termudah untuk menggiring calon-calon pembeli, apalagi bila Anda sudah memiliki layanan toko online<em> (e-commerce).</em> Kita mengajak mereka berkunjung ke toko kita dan berharap mereka membeli produk yang tersedia.</p>
<p>Sebaiknya, pembaruan status Anda lakukan tiap hari. Cara ini akan mengingatkan seseorang untuk mencoba berkunjung ke toko online Anda. Jika tidak tertarik sekarang, suatu saat mereka akan tertarik dengan produk kita. Mirip iklan di televisi, semakin sering kita menulis status, maka iklan kita semakin sering tayang.</p>
<p><strong>2. Tag foto produk pada beberapa teman yang Anda kenal</strong></p>
<p>Cara ini paling sering digunakan oleh pengguna facebook yang berjualan secara online. Unggah foto produk, tag produk ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk memberikan keterangan pada produk dan menambahkan tautan yang mengarah ke toko online Anda. Cara sederhana ini, sedikit demi sedikit akan membantu dalam promosi, baik produk yang dijual maupun toko online Anda.</p>
<p>Di Twitter, Anda bisa menggunakan layanan mention (@) dan hastag (#). Setiap Anda mengunggah produk maka mention-lah orang-orang yang memiliki follower banyak. Apalagi bila Anda sukses mengajak dia untuk mem-follow akun Anda, sebaran informasi akan lebih luas.</p>
<p>3. Membuat Group atau Facebook Like (dulu Fans Page)</p>
<p>Sebuah komunitas atau group memiliki ‘kekuatan’ dalam penyebaran informasi. Apabila Anda sudah memiliki facebook, silakan membangun sendiri group di facebook sesuai dengan tujuan promosi Anda. Bangun pencitraan dan komunikasi dengan anggota group Anda. Meski group FB terbatas untuk 5000 anggota, tapi group jelas membantu dalam proses marketing.</p>
<p>Facebook juga memiliki fasilitas Facebook Like, dulunya sering disebut Facebook Fan Page. Awalnya fasilitas ini ditujukan untuk sebuah brand, produk atau selebritis saja, namun sekarang pengguna biasa sudah bisa menggunakannya. Hal ini bisa kita aplikasikan untuk toko online yang Anda miliki. Facebook Like bisa menampung member lebih banyak dibandingkan dengan Facebook group. Jika Anda memiliki keduanya tentu akan lebih efektif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/tiga-cara-promosi-di-situs-jejaring-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksi Gerakan Pembaharuan Agraria</title>
		<link>http://kombinasi.net/aksi-gerakan-pembaharuan-agraria/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/aksi-gerakan-pembaharuan-agraria/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 05:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Video]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi agraria]]></category>
		<category><![CDATA[UU PA]]></category>
		<category><![CDATA[video komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2467</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh tragis. Meski Indonesia telah merdeka selama 67 tahun, persoalan tata kelola lahan (tanah) masih didominasi persoalan-persoalan warisan kolonial. Hingga kini, Perhutani sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berkonflik dengan sejumlah wilayah terkait dengan tata kelola lahan yang mereka ajukan. Bahkan, hampir semua perusahaan yang berhubungan dengan perkebunan, pertambangan, maupun perusahaan lain yang berhubungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh tragis. Meski Indonesia telah merdeka selama 67 tahun, persoalan tata kelola lahan (tanah) masih didominasi persoalan-persoalan warisan kolonial. Hingga kini, Perhutani sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berkonflik dengan sejumlah wilayah terkait dengan tata kelola lahan yang mereka ajukan. Bahkan, hampir semua perusahaan yang berhubungan dengan perkebunan, pertambangan, maupun perusahaan lain yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam memiliki pekerjaan rumah yang sama.<span id="more-2467"></span></p>
<p>Persoalan ini terkait dengan kebijakan tata kelola lahan yang dijalankan oleh negara. Pada 1960, Indonesia memiliki Undang-Undang yang mengatur tentang agraria, yaitu UU No 5 tahun 1960. Sayang pada zaman Orde Baru, undang-undang ini terlalu jarang dijadikan rujukan, pertimbangan, dan pertimbangan dalam membuat undang-undang lain yang memiliki irisan dengan soal agraria (baca: tanah). Akhirnya terjadi tumpang-tindih dalam dunia tata perundang-undangan di Indonesia yang mengatur soal tersebut.</p>
<p>Pada Pertengahan Januari 2012 (12/1/2012), ribuan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara Jakarta dan juga Dewan perwakilan Rakyat. Mereka mewakili organisasi tani, buruh, masyarakat adat dan organisasi mahasiswa serta lembaga swadaya masyarakat. Aksi ini meminta pemerintah untuk menghentikan segala bentuk perampasan tanah dan mengembalikan tanah kepada rakyat serta menghentikan kekerasan yang dilakukan aparat kepada masyarakat. Pemberian kuasa atas lahan kepada perusahaan oleh pemerintah tanpa mengakomodir kepentingan warga acapkali menyebabkan terjadinya sengketa lahan dengan masyarakat.</p>
<p>Film pendek ini merupakan dokumentasi Gekko Studio atas gerakan rakyat Indonesia untuk menuntut reformasi agraria. Aksi massa yang dilakukan pelbagai organisasi masyarakat sipil untuk menuntuk reformasi agraria sejati. Pemanfaatan media gambar bergerak (video) mampu menjelaskan gerakan aksi secara lebih nyata.</p>
<p><iframe src="http://player.vimeo.com/video/35184809?title=0&amp;byline=0&amp;portrait=0" frameborder="0" width="500" height="260"></iframe></p>
<p><a href="http://vimeo.com/35184809">Reforma Agraria Sejati</a> from <a href="http://vimeo.com/gekkostudio">Gekko Studio</a> on <a href="http://vimeo.com">Vimeo</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/aksi-gerakan-pembaharuan-agraria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pewarta Warga: Teori dan Praktik</title>
		<link>http://kombinasi.net/pewarta-warga-teori-dan-praktik/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/pewarta-warga-teori-dan-praktik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 05:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yossy Suparyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[citizen journalism]]></category>
		<category><![CDATA[pewartaan warga]]></category>
		<category><![CDATA[suara komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[yossy suparyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2471</guid>
		<description><![CDATA[Buku panduan bagi para pewarta warga yang disarikan dari pengalaman-pengalaman pewarta warga secara langsung. Mengupas awal kemunculan pewarta warga dan teknik-teknik praktis dalam pembuatan karya jurnalistik. Silakan diunduh untuk menambah khasanah pengetahuan tentang topik ini. Pewartawarga: Teori dan Praktik View more documents from Yossy Suparyo.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku panduan bagi para pewarta warga yang disarikan dari pengalaman-pengalaman pewarta warga secara langsung. Mengupas awal kemunculan pewarta warga dan teknik-teknik praktis dalam pembuatan karya jurnalistik. Silakan diunduh untuk menambah khasanah pengetahuan tentang topik ini.<span id="more-2471"></span></p>
<div style="width:477px" id="__ss_11124325"><strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/yossy_suparyo/pewartawarga-teori-dan-praktik" title="Pewartawarga: Teori dan Praktik">Pewartawarga: Teori dan Praktik</a></strong><object id="__sse11124325" width="580" height="680"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/doc_player.swf?doc=pewartawarga-120117225033-phpapp01&#038;stripped_title=pewartawarga-teori-dan-praktik&#038;userName=yossy_suparyo" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><param name="wmode" value="transparent"/><embed name="__sse11124325" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/doc_player.swf?doc=pewartawarga-120117225033-phpapp01&#038;stripped_title=pewartawarga-teori-dan-praktik&#038;userName=yossy_suparyo" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" wmode="transparent" width="580" height="680"></embed></object>
<div style="padding:5px 0 12px">View more <a href="http://www.slideshare.net/">documents</a> from <a href="http://www.slideshare.net/yossy_suparyo">Yossy Suparyo</a>.</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/pewarta-warga-teori-dan-praktik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Telematika</title>
		<link>http://kombinasi.net/apa-itu-telematika/</link>
		<comments>http://kombinasi.net/apa-itu-telematika/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 03:23:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[telematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kombinasi.net/?p=2465</guid>
		<description><![CDATA[Secara harfiah, telematika berasal dari bahasa perancis “telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi sendiri dapat diartikan sebagai sarana/prasarana, sistem, dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna. Para praktisi menyatakan “telematics“ adalah singkatan dari “telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara harfiah, telematika berasal dari bahasa perancis “telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi sendiri dapat diartikan sebagai sarana/prasarana, sistem, dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna.<span id="more-2465"></span></p>
<p>Para praktisi menyatakan “telematics“ adalah singkatan dari “telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep computing and communication. Istilah telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu (konvergensi). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.</p>
<p>Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara telekomunikasi, media, dan<br />
informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “the Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam pelbagai medium. Suatu ambigus jika istilah <a href="http://law.ui.ac.ic/lama/telematika/index.htm">telematika</a> dipahami sebagai akronim telekomunikasi, multimedia, dan informatika.</p>
<p>Menurut <a href="http://www.indonesia.go.id/id/produk_uu/isi/inpres2001/ip%206-2001%20lamp.html">Instruksi Presiden RI No. 6 Tahun 2001</a> tentang kerangka kebijakan perkembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia didapat pengertian telematika sebagai berikut: “&#8230;Telekomunikasi, media dan informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika&#8230;”</p>
<p>Toffler berpendapat bahwa teknologi telekomunikasi dan informatika, kini populer dengan nama telematika (Yuliar, 2007). Menurut Miarso (2007) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary (digital). Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel (gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya). Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary (digital). Istilah Teknologi dan Komunikasi (ICT =Information and Communication Technology) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian telematika.</p>
<p>Jadi, dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary/digital.</p>
<p>Ir. Hasanuddin Sirait, MT | STMIK Parna Raya Manado</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kombinasi.net/apa-itu-telematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

